Ucapan Dukacita kepada Wilkins dari Penerusnya

KOMPAS.com - Mantan pelatih Barcelona, Luis Enrique, memberikan syarat kepada tim yang menginginkan jasanya. Mantan pemain Barca dan Real Madrid ini ingin klub yang memiliki kualitas mumpuni.
Enrique masih menganggur sejak memutuskan mundur dari kursi pelatih Barcelona pada akhir musim 2016-2017.
Enrique sudah menerima tawaran melatih dari beberapa klub. Namun, hingga kini pelatih asal Spanyol belum memutuskan akan berlabuh ke tim mana.
Enrique mengajukan syarat bagi tim yang menginginkan jasanya.
(Baca juga: Usai Sembuh, Kiper Andalan Arsenal Siap Hadapi CSKA Moskva)
"Ada minat dari klub, tetapi itu harus menjadi sesuatu yang sangat menggairahkan bagi saya," tuturnya dinukil BolaSport.com dari ESPN.
Pelatih berusia 47 tahun itu mensyaratkan hal tersebut, karena tidak ada tim yang mampu menarik hatinya dari aspek kualitas para pemain.
"Tidak ada klub lain di mana saya akan bisa bekerja dengan pemain yang lebih baik daripada di Barcelona," ucap pria yang akrab disapa Lucho itu.
Syarat yang diajukan Enrique masuk akal, jika menilik prestasinya bersama Barcelona.
Enrique sudah pernah memenangkan seluruh gelar, termasuk treble winner pada musim 2014-2015. (Kautsar Restu Yuda)
Berikut 4 tim yang berhasil masuk final namun belum pernah menjadi juara Piala Dunia sekalipun. . Apa komentar kalian? . #worldcup #pialadunia #belanda #hungaria #cekoslovakia #swedia #faktapialadunia
A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on Apr 4, 2018 at 6:04am PDT
KOMPAS.com - Mantan kapten Inggris dan pemain tengah Chelsea, Ray Wilkins, meninggal di rumah sakit pada usia 61 tahun, Rabu (4/4/2018).
Semasa hidupnya, Wilkins memiliki karier yang cemerlang.
Dia melakukan debut bersama Chelsea pada Oktober 1973 ketika berusia 17 tahun. Pada usia 18 tahun, Wilkins ditunjuk Eddie McCreadie, mantan manajer Chelsea, untuk menjadi kapten.
Wilkins, yang mendapat julukan Butch, pada awal karier memimpin skuad Chelsea yang sedang bangkit. Sayang, mereka terdegradasi.
Setelah itu, Wilkins bergabung dengan Manchester United pada Agustus 1979. Saat berseragam Man United, dia memperoleh Piala FA pada tahun 1983.
Hal yang paling diingat pada saat itu adalah gol indahnya ke gawang Brighton pada laga Piala FA. Skor akhir pertandingan tersebut imbang 2-2 dan pada pertemuan kedua, Man United menang 4-0.
(Baca Juga: Alasan Terkuat Liverpool dan Manchester City Takkan Juarai Liga Champions 2017-2018)
Tahun 1984, Wilkins pindah ke AC Milan. Dia pergi ke San Siro pada masa transisi Milan dan berhasil mencetak tiga gol pada 105 penampilannya.
Di website resmi AC Milan, Wilkins disebut sebagai pemain profesional yang serius dan teliti dan dikenal karena teladan baiknya.
Everybody associated with Chelsea Football Club is devastated to learn of the passing of our former player, captain and assistant coach, Ray Wilkins. Rest in peace, Ray, you will be dreadfully missed. pic.twitter.com/cSDhloOPDZ
Wilkins kemudian pindah ke Paris Saint-Germain dalam waktu yang singkat hingga akhirnya bergabung dengan Rangers yang saat itu ditangani oleh Graeme Souness.
Wilkins berkembang pesat di Skotlandia. Bersama rekan-rekannya di Rangers, mereka berhasil memenangkan gelar Liga Skotlandia dan Piala Liga.
Selain itu, dia juga berhasil mencetak gol spektakuler ke gawang rival, Celtic, dan berakhir dengan skor 5-1 untuk kemenangan Rangers.
Akhirnya, Wilkins kembali ke Inggris dan bergabung dengan Queen's Park Rangers. Pada akhir kariernya, dia sempat berlabuh ke Wycombe Wanderers, Hibernian, Millwall, dan Leyton Orient.
Wilkins juga pernah menjadi bagian dari timnas Inggris. Dia sempat bermain pada Kejuaraan Eropa di Italia tahun 1980 dan mencetak gol indah pada saat melawan Belgia. Namun, Inggris tidak lolos dari grup, karena kalah agregat 1-2 dengan Belgia.
(Baca: Messi Dicap Genius Setelah Gerakan 54 Detik Saat Lawan Sevilla)
Setelah gantung sepatu, Wilkins pernah menjadi manajer QPR dan Fulham sebelum akhirnya kembali ke pangkuan Chelsea pada 1998. Dia menjadi asisten empat manajer The Blues.
Selama menjadi asisten di Stamford Bridge, Wilkins berhasil membantu Chelsea menyabet gelar Liga Inggris dan Piala FA pada musim 2009-2010.
Hingga pada tahun 2017, keadaan kesehatan Wilkins benar-benar buruk. Dia terkena ulcerative colitis, penyakit radang usus yang bersifat akut atau kronis, dan sudah dua kali melakukan operasi jantung.
Wilkins sempat menjalani program rehabilitasi selama lima minggu di rumah sakit Priory, Woking, setelah dia dilarang mengemudi selama empat tahun karena mengemudi dalam keadaan mabuk. Dia mengaku sedang berjuang melawan masalah alkohol.
Berikut 4 tim yang berhasil masuk final namun gagal menjadi juara Piala Dunia. . Apa komentar kalian? . #worldcup #pialadunia #belanda #hungaria #cekoslovakia #swedia #faktapialadunia
A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on Apr 4, 2018 at 6:04am PDT
KOMPAS.com — Legenda tim nasional Inggris dan Chelsea, Ray Wilkins, meninggal dunia, Rabu (4/4/2018). Dia mengalami serangan jantung sehingga dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu (31/3/2018).
Semasa hidupnya, Wilkins pernah 84 kali dipercaya membela timnas Inggris hingga menjadi kapten tim "Tiga Singa" pada November 1986 dalam 10 pertandingan.
Beberapa penerusnya sebagai kapten timnas Inggris mengucapkan dukacita atas kepergian Wilkins.
Deeply saddened to hear that Ray Wilkins has passed away. A wonderful footballer and a delightful man. It was a pleasure to have played alongside him with England. No teammate was more helpful and supportive. I’ll be forever grateful. Thoughts are with his family. #RIPRay
Gary Lineker, mantan penyerang dan kapten Inggris, mengungkapkan dukacitanya melalui Twitter.
"Sangat sedih mendengar bahwa Ray Wilkis meninggal dunia. Pesepak bola hebat. Suatu kehormatan pernah bermain bersamanya. Tidak ada rekan yang lebih membantu dan mendukung. Saya akan selalu bersyukur. Semoga keluarganya diberi kekuatan. #RIPRay," tulis Lineker.
Begitu juga mantan pemain Manchester United dan timnas Inggris, Rio Ferdinand, yang menganggap Wilkins sebagai gurunya yang hebat.
"RIP Ray Wilkins. Selalu rendah hati dan berbicara dengan lembut setiap saya melihatnya. Pria yang menyenangkan. Melihatnya beberapa kali di QPR. Pengumpan dan guru yang hebat untuk anak muda yang melihatnya," tulis Ferdinand pada akun Twitter pribadinya.
RIP Ray Wilkins Always so humble & softly spoken whenever I saw him. Genuine lovely guy. Watched him live at Loftus road many times for QPR. What a great passer & teacher of the game for any young kids who watched him pic.twitter.com/4wprZwXiuC
Mantan pemain Man United, David Beckham, juga mengungkapkan duka citanya melalui Instagram pribadinya.
Incredibly sad to wake up to the news that Ray has passed away. A man that I’ve always looked up to as a United fan and a player, plus he wore our countries shirt with pride. You will be sadly missed! Our thoughts are with your family and friends ????
A post shared by David Beckham (@davidbeckham) on Apr 4, 2018 at 6:54am PDT
"Sangat sedih ketika bangun dan mendengar bahwa Ray meninggal dunia. Pria yang selalu menjadi panutan sebagai fans United dan pemain, juga dia memakai baju kebangsaan kami dengan kebanggaan. Anda akan sangat dirindukan! Pikiran kami bersama keluarga dan rekan Anda!"
Steven Gerrard, mantan pemain Liverpool, juga mem-posting ungkapan dukacita pada Instagram pribadinya.
"RIP Ray Wilkins .. Sangat sedih .. pesepak bola hebat dan pria yang baik."
RIP Ray Wilkins .. so sad .. great footballer and such a nice man
A post shared by Steven Gerrard (@stevengerrard) on Apr 4, 2018 at 6:51am PDT

0 komentar:
Posting Komentar