Eks Pemain Liverpool Minta Maaf soal Candaan terhadap Pendukung Everton

KOMPAS.com - Milomir Seslija menilai persaingan di Liga 1 musim ini akan berjalan sangat berat. Hal ini berdasarkan hasil evaluasi seusai tim yang diasuhnya, Madura United, menelan kekalahan atas PS Tira pada laga pekan kedua Liga 1.
Menurut Milo, saat ini semua tim punya kekuatan yang hampir sama. Tidak ada tim yang bisa dianggap remeh oleh tim lain.
Begitu juga sebaliknya, tidak ada klub yang merasa lebih hebat dibanding klub lainnya.
"Kami mendapat pelajaran dari laga melawan PS Tira dan kami harus menjadi lebih kuat lagi karena pertandingan itu," buka Milo.
Baca Juga: Gol Dansa Lazio Vs Gol Kungfu Ala Aaron Ramsey, Mana yang Lebih Kece?
"Saya pikir persaingan pada musim ini di liga akan semakin ketat. Tidak akan mudah untuk bisa mendapatkan poin dari lawan Anda dan pada hari yang baik, sebuah tim bisa mengalahkan tim mana pun," kata Milo.
Setelah menderita kekalahan dari PS Tira, Milo ingin anak asuhnya segara bangkit dan menatap laga pekan ketiga.
Sebab, Madura United sudah ditunggu lawan tangguh, yakni Sriwijaya FC, pada laga di Stadion Ratu Pamelingan, Sabtu (7/4/2018).
Baca Juga: Jalin Kerja Sama, Manchester City Disamakan dengan Aplikasi Biro Kencan Tinder
Milo yakin mental anak asuhnya sudah siap kembali bertarung melawan Sriwijaya.
Dengan dukungan para fans Madura United, pelatih asal Bosnia tersebut optimistis bisa mendapatkan tiga poin.
"Kami tentu optimistis seperti biasanya. Sriwijaya adalah tim yang bagus, tetapi kami bermain di depan para fans dan kami harus bermain bagus untuk bisa mengalahkan mereka. Saya percaya kepada pemain saya," ujar Milo. (Suci Rahayu)
KOMPAS.com - Kemampuan Zinedine Zidane sebagai pemain sudah tidak perlu diragukan lagi. Namun, sosok yang kini menjadi nakhoda skuad Real Madrid itu disebut lebih hebat setelah menjadi pelatih.
Sebagai pemain, Zidane sukses merasakan hampir semua gelar yang bisa ia dapatkan.
Zidane sukses menjuarai Liga Italia 1996–1997 dan 1997–1998 bersama Juventus dan Liga Spanyol 2002-2003 bersama Real Madrid.
Di kompetisi Eropa, Zidane sukses menjadi penentu keberhasilan Real Madrid menjuarai Liga Champions ke-9 pada 2001-2002.
Adapun di level tim nasional, ia sukses mengantarkan Perancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.
(Baca Juga: Bagaimana Respons Pemain Barcelona soal Gol Salto Cristiano Ronaldo?)
Sejak resmi menjadi pelatih tim utama Real Madrid pada Januari 2016, Zidane sukses mengantarkan Los Merengues melanjutkan kejayaan.
Dalam waktu singkat, Zidane sukses mengantarkan Real Madrid menjuarai dua kompetisi utama mereka, yaitu Liga Spanyol 2016-2017 serta Liga Champions 2015-2016 dan 2016-2017.
Padahal, saat pertama kali diangkat sebagai pelatih, Zidane mendapat warisan tim dari Rafael Benitez yang tidak mampu tampil hebat sejak awal 2015-2016.
Terkait hal ini, mantan rekan di Juventus, Alessio Tacchinardi, menyebut bahwa Zidane tampak lebih hebat saat menjadi pelatih ketimbang pemain.
(Baca Juga: Jadi Cadangan Mati, Mantan Pemain Manchester United Malah Perpanjang Kontrak di Burnley)
"Saya pikir Zidane lebih hebat sebagai pelatih ketimbang pemain karena ia telah diberkahi bakat besar dari alam dan tidak butuh saran apa pun untuk bisa bermain hebat di atas lapangan," ucap Tacchinardi seperti dikutip BolaSport.com dari Football Italia.
"Sebagai pelatih, ia telah menjadi pria yang kuat dan bagus dalam menerapkan taktik. Bahkan, saya tidak pernah menyangka bahwa ia akan menjadi seorang pelatih fenomenal seperti saat ini karena ia sosok yang penyendiri dan pemalu," tuturnya.
Tacchinardi yang membela Juventus sejak 1994 hingga 2005 membuat dirinya menemani Zidane selama bermain di Bianconeri pada 1996 hingga 2001.
Kebersamaan selama lima tahun itu membuat Tacchinardi tahu banyak tentang kepribadian dan kualitas Zidane sebagai pemain. (Verdi Hendrawan)
KOMPAS.com - Kapten Napoli, Marek Hamsik, memberikan hadiah seragam yang dikenakannya saat menyamai rekor gol sepanjang masa Napoli kepada Diego Maradona.
Gelandang tim nasional Slowakia ini menyamai catatan gol terbanyak Maradona di Napoli dengan total 115 gol saat mengalahkan Torino 3-1 pada 16 Desember 2017.
Legenda sepak bola Argentina itu tetap menjadi pemain terbesar Napoli karena jasanya saat menghadirkan dua gelar Liga Italia.
Bahkan, Maradona juga berhasil mempersembahkan satu-satunya gelar kontinental buat Napoli pada Piala UEFA 1988-1989.
Arsene Wenger Ingin Alexandre Lacazette Bersinar pada Pekan-pekan Terakhir Musim Ini https://t.co/5YdXGnS0fn
Saat ini, Hamsik sudah melewati catatan gol Maradona dengan raihan 119 gol.
Namun, ia berusaha memberi penghormatan kepada Maradona lewat media sosial.
"Hai Diego. Saya di sini dengan seragam spesial ini, saat saya menyamai Anda sebagai pencetak gol terbanyak Napoli. Suatu kehormatan bisa sejajar dengan seorang juara seperti Anda," ucap Hamsik lewat akun Instagram pribadinya.
(Baca Juga: Setelah 6 Bulan, Manuel Neuer untuk Kali Pertama Berlatih dengan Bola)
"Saat mencetak gol melawan Torino, saya langsung berpikir tentang Anda dan ingin memberikan hadiah kecil ini untuk Anda dengan dedikasi: 'Diego, terbaik sepanjang masa, dengan hormat dan kasih sayang'. Semoga Anda menyukainya, peluk hangat dan 'Forza Napoli' selamanya," tuturnya. (Wisnu Nova Wistowo)
KOMPAS.com - Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra, membantah kabar yang menyebutkan bahwa timnya akan menurunkan pemain pelapis melawan PSMS Medan.
Persija akan dijamu PSMS pada laga pekan ketiga Liga 1 di Stadion Teladan, Medan, Jumat (6/4/2018) pukul 15.30 WIB.
Kabar Persija akan menurunkan pemain pelapis ditenggarai oleh jadwal padat yang tengah dilalui Macan Kemayoran.
Empat hari setelah laga ini, Persija akan melanjutkan kiprahnya di Piala AFC dengan menjamu Johor Darul Takzim (JDT) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (10/4/2018).
(Baca juga: PSMS Medan Vs Persija - Sederet Pemain yang Pernah Memperkuat Kedua Tim)
"Soal menurunkan pemain pelapis itu tidak benar. Kami akan menurunkan pemain terbaik dan paling siap untuk main besok," kata Stefano Cugurra dalam sesi jumpa pers.
Bagi pelatih yang akrab disapa Teco itu, jeda singkat antara laga kontra PSMS dan JDT tak membuatnya khawatir soal kebugaran pemain.
"Apalagi kami punya waktu tiga hari setelah lawan PSMS Medan. Saya pikir tiga hari waktu cukup istirahat pemain ketika melawan JDT nanti. Kami turunkan pemain terbaik lawan PSMS pasti," katanya. (M Robbani)
KOMPAS.com - Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra, berharap bisa mengulang kesuksesan timnya yang mengalahkan PSMS Medan dua kali pada semifinal Piala Presiden 2018.
Saat itu, Persija dua kali membungkam PSMS dengan skor 4-1 dan 1-0 di Stadion Manahan, Kota Solo.
Kini, kedua tim akan saling berhadapan ketika Persija bertandang ke markas PSMS, Stadion Teladan, pada laga pekan ketiga Liga 1.
Laga itu dijadwalkan akan berlangsung pada Jumat (6/4/2018) dengan sepak mula pukul 15.30 WIB.
"Buat saya, tidak perlu bicara banyak soal lawan. Kami respek saja," kata Stefano Cugurra.
Baca juga: PSMS Medan Vs Persija - Sederet Pemain yang Pernah Memperkuat Kedua Tim
"Kami harus kerja keras untuk bisa mengulang kesuksesan seperti di Piala Presiden. Dengan begitu, hasil bagus pasti akan datang lagi," ujar pelatih yang akrab disapa Teco itu saat jumpa pers, Kamis (5/4/2018).
Baca juga: PSMS Medan Vs Persija - Teco Bantah Kabar Akan Menurunkan Tim Pelapis
Eks pelatih fisik Persebaya Surabaya itu juga enggan ketika ditanya apakah timnya akan kembali mencetak banyak gol ke gawang skuad Ayam Kinantan, julukan PSMS.
"Kami respek, termasuk tentunya berapa gol yang akan tercipta nanti," ucap Teco.
"Saya hanya menghormati tim lawan, tidak mau berbicara banyak," tutur pria berusia 43 tahun itu. (M Robbani)
KOMPAS.com — Penyerang Arsenal, Alexandre Lacazette, tampil impresif dalam laga leg pertama perempat final Liga Europa kontra CSKA Moskwa di Stadion Emirates, Kamis (5/4/2018) waktu setempat atau Jumat dini hari WIB. Dia pun mengungkapkan sukacitanya.
Pertandingan tersebut dimenangi Arsenal dengan skor 4-1.
Empat gol The Gunners dibukukan oleh Aaron Ramsey (menit ke-9, 28') dan Alexandre Lacazette (23'-penalti, 35').
Adapun satu-satunya gol CSKA Moskwa diceploskan Aleksandr Golovin (15') melalui tendangan bebas.
Baca Juga: Jebol Man City dari Jarak Jauh, Penguasa 5 Posisi Ini Akui Sudah Melatihnya
"Pertandingan yang bagus. Meskipun kami kebobolan, saya tetap senang," kata Alexandre Lacazette seperti dikutip BolaSport.com dari UEFA.
Pertandingan leg kedua perempat final Liga Europa antara CSKA Moskwa dan Arsenal akan bergulir di Stadion VEB Arena, Kamis (12/4/2018) waktu setempat atau Jumat pukul 02.05 dini hari WIB.
Akan tetapi, Lacazette menolak membahas lebih jauh tentang partai tersebut dan memilih mengalihkan perhatian ke laga Liga Inggris melawan Southampton di Stadion Emirates, Minggu (8/4/2018).
"Pekerjaan hari ini telah selesai, tetapi kami juga mempunyai pertandingan penting pada Minggu yang harus kami fokuskan sebelum berpikir tentang leg kedua perempat final Liga Europa," ucap Alexandre Lacazette.
(Baca Juga: Dibantai, Pelatih AS Roma Sebut Barcelona Kejam)
Striker berusia 26 tahun ini pun mengaku performanya sudah kembali prima setelah sempat dibekap cedera lutut dari 12 Februari 2018 sampai 28 Maret 2018.
Dia juga menanggapi terkait kegagalannya mengemas trigol ke gawang CSKA.
"Saya telah kembali, jadi segalanya berjalan bagus," ujar Alexandre Lacazette.
"Saya ingin mencetak hat-trick, sama seperti Aaron Ramsey, tetapi itu tak masalah. Saya tetap gembira," tutur Lacazette.
(Baca Juga: Fan Juventus Tepuk Tangan karena Gol Saltonya, Ronaldo Angkat Bicara)
Pada musim 2017-2018, Alexandre Lacazette telah mengoleksi 12 gol dan empat assist dari 31 penampilan di semua kompetisi. (Septian Tambunan)
KOMPAS.com — Gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne, mengaku bahwa dirinya memiliki opsi bergabung dengan Bayern Muenchen dan Paris Saint-Germain ( PSG) sebelum akhirnya memilih Manchester City.
De Bruyne resmi bergabung dengan Manchester City pada awal 2015-2016 setelah diboyong dari Wolfsburg seharga 55 juta pounds atau lebih dari Rp 1 triliun.
Manchester City rela mengeluarkan dana sebesar itu demi pemain yang pernah gagal bersinar bersama Chelsea itu setelah mampu menjadi raja assist di Liga Jerman sebanyak 21.
Namun, Manchester City tidak sendirian dalam perburuan De Bruyne karena performa mengilap pemain berusia 26 tahun itu juga sukses menyilaukan mata PSG dan Bayern Muenchen.
(Baca Juga: Bagaimana Respons Pemain Barcelona soal Gol Salto Cristiano Ronaldo?)
Ketertarikan raksasa Perancis dan Jerman tersebut dibenarkan oleh De Bruyne. Namun, ada hal yang membuat pemain asal Belgia itu lebih memilih Manchester City.
"Saya sempat memiliki opsi bergabung dengan Bayern Muenchen, PSG, atau tetap di Wolfsburg. Namun, saya pikir bahwa gaya bermain sepak bola yang bisa saya mainkan bersama Manchester City akan sangat cocok bagi saya," ucap De Bruyne seperti dikutip BolaSport.com dari BBC.
Terbukti, kemampuan De Bruyne dalam mencetak gol dan assist tetap terjaga bersama Manchester City.
(Baca Juga: Jadi Cadangan Mati, Mantan Pemain Manchester United Malah Perpanjang Kontrak di Burnley)
Selama membela Manchester City, De Bruyne telah mencetak 34 gol dan 57 assist dari 135 laga di semua ajang.
Di sepanjang 2017-2018, De Bruyne pun masih memimpin daftar pelayan terbaik di Liga Inggris dengan mencetak 15 assist.
Hingga hingga akhir 2017-2018, nama De Bruyne masih berada di puncak daftar tersebut. Artinya, pemain yang pernah disia-siakan oleh Jose Mourinho di Chelsea itu menjadi raja assist Liga Inggris dalam dua musim terakhir. (Verdi Hendrawan)
MERSEYSIDE, KOMPAS.com — Mantan pemain Liverpool, David Thompson, meminta maaf kepada pendukung Everton soal candaannya di akun Twitter pribadinya.
Sebelumnya, David Thompson mengatakan bahwa perusakan bus Manchester City yang terjadi sebelum laga perempat final Liga Champions antara Liverpool vs Manchester City pada Rabu (4/4/2018) atau Kamis dini hari WIB dilakukan oleh pendukung Everton.
Ia menulis hal tersebut pada akun Twitter pribadinya.
"Saya dengar Evertonians yang melakukannya dan bukan pendukung Liverpool yang merusak," ujar Thompson dikutip BolaSport.com dari laman Express.
Baca juga : Oxlade-Chamberlain Puji Atmosfer Suporter Liverpool di Anfield
Namun, 10 jam setelah kicauannya di Twitter itu, Thompson langsung melakukan klarifikasi pada akun Twitter-nya.
"Jelas tweet saya semalam adalah tentang bus Man City. Saya hanya sedang bercanda dengan pendukung Everton. Serius, meskipun saya tidak membenarkan benda-benda yang dilemparkan ke bus, suasananya terasa menggemparkan dan tidak perlu meningkat ke tingkat itu!" tulisnya.
Obviously my tweet last night was tongue in cheek about the Man City bus! was just having a bit of banter with the Everton fans????????. Seriously though I don’t condone objects being thrown at a team bus the atmosphere was electric and didn’t need to escalate to that level!
Mantan gelandang Liverpool tersebut juga meminta maaf kepada pendukung Everton karena sudah membuat candaan seperti itu.
"Kicauan yang saya tulis semalam berakhir. Saya rasa di sana tidak ada pendukung Everton yang terlihat, tetapi wartawan untuk Express menulis cerita itu dengan serius dan itu membuat marah pendukung Everton. Saya minta maaf!" tulis Thompson di akun Twitter pribadinya.
Kandang kebanggaan Liverpool, Stadion Anfield, menjadi neraka bagi tamu-tamu yang melawat. Manchester City menjadi korban terbaru pada laga perempat final Liga Champions, Rabu (4/4/2018) malam atau Kamis (5/4/2018) dini hari WIB. Menurut catatan, Liverpool sudah empat tahun tak menelan kekalahan kala berlaga di Stadion Anfield untuk kompetisi Eropa seperti Liga Champions dan Liga Europa. Apa pendapat kalian? #Liverpool #Anfield #UCL #ManCity #LigaChampions
A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on Apr 5, 2018 at 2:16am PDT

0 komentar:
Posting Komentar