Hasil Liga Europa, Arsenal Menang di Kandang AC Milan

JAKARTA, KOMPAS.com - Legenda Liverpool, Gary McAllister, Patrik Berger, dan Jason McAteer, mengunjungi Pusat Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, yang berlokasi di Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2018).
Ketiga pemain tersebut mendapat sambutan khas budaya Betawi, Palang Pintu.
Dalam tradisi Palang Pintu itu, terdapat adu pantun dan adu silat dari pihak Setu Babakan.
"Selamat datang di Setu Babakan, Pusat Perkampungan Budaya Betawi, saya harap Anda dapat menikmati waktu di sini," ujar Taufik Abdullah, pemandu di Setu Babakan.
(Baca juga: Liga Top Eropa Mana yang Kini Tak Membosankan?)
"Ini adalah Palang Pintu, tradisi kami menyambut tamu yang datang," ujarnya.
Berger, Gary, dan McAllister terlihat antusias melihat sambutan yang diterima dari pihak Setu Babakan tersebut.
Kegiatan ini sendiri merupakan rangkaian acara dari LFC World di Jakarta yang diselenggarakan oleh Liverpool dan Standard Chartered mulai Jumat hingga Minggu (11/3/2018).
KOMPAS.com - Arsenal memutus tren negatif ketika mengalahkan AC Milan 2-0 pada leg pertama babak 16 besar Liga Europa di Stadion San Siro, Kamis (8/3/2018) atau Jumat dini hari WIB. Dua gol kemenangan Arsenal dicetak oleh Henrikh Mkhitaryan (menit ke-15) dan Aaron Ramsey (45'+4).
Ada satu cerita menarik pada pertandingan tersebut karena Arsenal menghapus kisah buruknya di San Siro pada enam tahun lalu. Kala itu, tim asal kota London tersebut ditaklukkan dengan skor 0-4 pada babak 16 besar Liga Champions 2012.
(Baca Juga: Selain Davide Astori, Nomor Choirul Huda dan 2 Pemain Liga Indonesia Ini Juga Dipensiunkan)
Milan yang kala itu masih diperkuat pemain seperti Zlatan Ibrahimovic, Robinho dan Clarence Seedorf tampil sangat impresif. Gol Rossoneri dicetak oleh Kevin-Prince Boateng (15'), Robinho (38',49') dan Zlatan Ibrahimovic (79').
Hanya satu pemain Arsenal yang tampil dalam laga terbaru ini yang terlibat saat The Gunners kalah 0-4. Pemain tersebut adalah sang gelandang, Ramsey, seperti dilansir BolaSport.com dari Transermarkt.
(Baca Juga: AC Milan Vs Arsenal - Tumbang di San Siro, Memori Manis 6 Tahun Lalu Gagal Terulang)
Pada pertemuan tersebut Ramsey dipasang sejak menit pertama. Namun, pada pertandingan kali ini justru Ramsey menjadi pahlawan dengan sumbangan 1 gol.
Milan masih punya kesempatan membalas di Emirates Stadium pada leg kedua, 16 Maret 2018. Namun, Rossoneri mengusung misi yang sangat berat karena harus bisa menang dengan selisih lebih dari dua gol untuk lolos ke perempat final. (Pradipta Indra Kumara)
KOMPAS.com - Arsenal menjadi penakluk AC Milan di San Siro pada duel pertama babak 16 besar Liga Europa, Kamis (8/3/2018) atau Jumat dini hari WIB. Arsenal memukul Milan 2-0 berkat gol-gol Henrikh Mkhitaryan (menit ke-15) dan Aaron Ramsey (45+4').
Kemenangan ini pun membuat Arsenal mendapatkan status yang keren. Dikutip BolaSport.com dari Opta, The Gunners menjadi tim pertama dalam 16 tahun terakhir yang sanggup menaklukkan Milan di San Siro pada Liga Europa atau Piala UEFA dalam format lama.
(Baca Juga: AC Milan Vs Arsenal - Akhirnya, Mkhitaryan Cetak Gol buat The Gunners)
Butuh mundur hingga 28 Februari 2002 untuk merekam tim terakhir sebelum Arsenal yang menang di kandang Milan. Tim terakhir yang dimaksud ialah klub semenjana Belanda, Roda JC Kerkrade.
Pada pertandingan leg kedua Putaran IV Piala UEFA 2001-2002, Milan asuhan Carlo Ancelotti takluk 0-1 akibat gol tunggal Marc Luijpers. Sebelumnya, Milan menang 1-0 di kandang Roda JC pada leg pertama.
Kekalahan dengan skor identik di Milan membuat pertemuan kedua mesti diselesaikan lewat adu penalti. Untung bagi Andrea Pirlo cs karena mereka unggul pada babak tos-tosan kala itu.
Seusai kekalahan langka dari Roda JC itu, San Siro menjadi benteng tangguh bagi musuh Milan. Sejak itu hingga sebelum partai kontra Arsenal, Milan melakoni 10 pertandingan kandang di San Siro pada ajang Liga Europa/Piala UEFA tanpa kekalahan. (Beri Bagja)
KOMPAS.com - AC Milan harus mengakui keunggulan Arsenal pada leg pertama babak 16 besar Liga Europa. Bermain di Stadion San Siro, Kamis (8/3/2018) atau Jumat dini hari WIB, AC Milan kalah 0-2.
Gol-gol kemenangan Arsenal dicetak oleh Henrikh Mkhitaryan (menit ke-15) dan Aaron Ramsey (45'+4). Ini membuat pekerjaan Rossoneri akan sangat sulit ketika menyambangi markas Arsenal untuk mengejar defisit gol tersebut sekaligus menguak asa melangkah ke perempat final.
(Baca Juga: Cedera Parah, Neymar Bisa Ikuti Nasib David Beckham Menjelang Piala Dunia)
Hasil ini pun mengakhiri rentetan catatan gemilang Milan yang sejak memasuki 2018 tak sekali pun mengalami kekalahan dalam 13 pertandingan. Leonardo Bonucci dkk juga menampilkan pertahanan yang solid akhir-akhir ini.
Bahkan, gawang Rossoneri yang dikawal Gianluigi Donnarumma tak pernah kebobolan dalam enam laga terakhir atau sekitar 570 menit.
Kekalahan ini pun membuat Milan gagal mengulang memori manis di San Siro 6 tahun yang lalu ketika melawan Arsenal. Saat itu, kedua tim bertemu pada babak 16 besar Liga Champions 2011-2012, seperti dilansir BolaSport.com dari Transfermarkt.
(Baca Juga: Cedera Parah, Neymar Bisa Ikuti Nasib David Beckham Menjelang Piala Dunia)
Milan kala itu masih diperkuat oleh pemain seperti Zlatan Ibrahimovic, Robinho dan Clarence Seedorf. Il Diavolo menekuk Arsenal 4 gol tanpa balas lewat lesakkan Kevin-Prince Boateng (15'), Robinho (38',49') dan Zlatan Ibrahimovic (79').
Namun, kali ini Milan gagal. Performa mereka yang sedang menanjak tak mampu mengalahkan Arsenal yang justru sedang terseok-seok. Sepak bola memang tidak bisa ditebak. (Pradipta Indra Kumara)
KOMPAS.com - Bek AC Milan, Leonardo Bonucci, berbicara soal kekalahan timnya dari Arsenal dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa di Stadion San Siro, Kamis (8/3/2017) waktu setempat atau Jumat dini hari WIB.
Pertandingan tersebut dimenangi oleh Arsenal dengan skor 2-0. Gol The Gunners dicetak oleh Henrikh Mkhitaryan (menit ke-15) dan Aaron Ramsey (45+4').
(Baca Juga: Marah Dikalahkan Real Madrid, Julian Draxler Bongkar 3 Borok PSG)
Seusai laga, Bonucci mengutarakan penyebab Milan tampil buruk pada 45 menit pertama. Rupanya, beban melakoni partai besar memengaruhi mentalitas pasukan Gennaro Gattuso.
"Ada sedikit rasa takut dan gugup pada babak pertama. Namun, hal ini akan menjadi tambahan pengalaman untuk para pemain," kata Bonucci seperti dilansir BolaSport.com dari Sky Sport Italia.
"Pertandingan kedua akan sulit, tetapi segalanya bisa terjadi dalam sepak bola," ucap Bonucci.
Palang pintu berusia 30 tahun yang juga menjabat sebagai kapten Milan ini pun mengaku ikut bertanggung jawab atas kekalahan timnya. Namun, dia tetap memandang kans kelolosan Milan ke perempat final sebagai misi yang mungkin untuk direalisasikan.
(Baca Juga: VIDEO - 2 Gol Konyol Arsenal ke Gawang AC Milan)
"Saya juga membuat terlalu banyak kesalahan sepele. Kami terlalu khawatir. Kami baru tampil lebih berani pada babak kedua," ujar mantan pemain Juventus ini.
"Saya pikir hari ini kami kurang berani dalam menguasai bola dan menutup ruang pergerakan Arsenal. Jika kami pergi ke London dengan semangat yang kami tunjukkan pada babak kedua, maka kami bisa mendapat hasil bagus," tutur Bonucci lagi.
Whoscored membuktikan bahawa Bonucci tidak tampil prima ketika menjamu Arsenal. Dia cuma memenangi satu duel udara dari enam kesempatan alias sekadar unggul 16,7 persen!
Sementara itu, operan Bonucci juga tergolong buruk. Dari 57 operan, hanya 41 yang mengarah tepat sasaran atau 72 persen sukses. (Septian Tambunan)
MILAN, KOMPAS.com - AC Milan alami kekalahan dari Arsenal di kandang sendiri pada laga pertama babak 16 besar Liga Europa, Kamis (8/3/2018). Namun, pelatih Milan, Gennaro Gattuso, tetap percaya diri timnya bisa bangkit dan membalikkan keadaan, pekan depan.
AC Milan kalah 0-2 saat menjamu Arsenal di San Siro, Jumat dini hari WIB. Dua gol yang mengecilkan peluang lolos tim berjulukan I Rossoneri ke perempat final dicetak oleh Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-15 dan Aaron Ramsey (45'+4).
Meski demikian, Gattuso memastikan AC Milan belum menyerah sekalipun akan sulit membalikkan keadaan pada leg kedua di Stadion Emirates, Kamis (15/3/2018).
"Kami akan memetik pelajaran dari kekalahan ini. Anda tidak bisa berkata, tidak mungkin dalam sepak bola. Jadi, kami akan pergi ke London dan memberikan yang terbaik," kata Gattuso seperti dilansir BolaSport.com dari Football Italia.
(Baca Juga: Marah Dikalahkan Real Madrid, Julian Draxler Bongkar 3 Borok PSG)
"Kami AC Milan dan punya seragam yang harus dihormati. Situasi ini belum berakhir, tetapi jelas sulit," ucapnya.
Kekalahan dari Arsenal berarti akhir dari deretan performa impresif Milan. Sebelumnya, tim asuhan Gennaro Gattuso bisa tampil konsisten dengan catatan tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan beruntun.
AFP/MARCO BERTORELLO Gelandang Arsenal, Henrikh Mkhitaryan (ketiga dari kiri), merayakan gol yang dia cetak ke gawang AC Milan dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa di San Siro, Milan, Italia, 8 Maret 2018.
"Kami tahu pertandingan ini akan berlangsung sangat sulit. Arsenal datang setelah mengalami momen sulit, tetapi mereka memiliki kualitas besar," ucap Gattuso.
"Sementara itu, kami terlalu banyak melakukan kesalahan. Kami tidak bermain seperti tim yang kompak dan Arsenal pantas mendapat kemenangan," katanya.
Selain Jadi Presenter, Deasy Noviyanti Tekuni Olahraga Pound Fit https://t.co/hd3By2JeRi
Gattuso juga menambahkan, tidak terorganisasinya permainan Milan membuat Arsenal selalu bisa membuat bahaya setiap melakukan serangan.
MILAN, KOMPAS.com - Arsene Wenger kembali tersenyum. Pelatih Arsenal itu senang melihat anak-anak asuhnya mengakhiri catatan empat kekalahan beruntun dengan kemenangan atas AC Milan pada babak 16 besar Liga Europa, Kamis (8/3/2018) atau Jumat dini hari WIB.
Arsenal menang 2-0 pada laga di San Siro itu. Dua gol Arsenal di kandang AC Milan dicetak oleh Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-15 dan Aaron Ramsey (45'+4).
"Kemenangan ini tentu penting setelah kami mengalami pekan buruk. Kami harus menyelesaikan pekerjaan ini di kandang," kata Wenger seperti dilansir BolaSport.com dari BBC.
(Baca Juga: Marah Dikalahkan Real Madrid, Julian Draxler Bongkar 3 Borok PSG)
"Saya senang dengan semangat dan tanggung jawab yang ditunjukkan pemain di pertandingan ini," ucapnya.
Hasil positif tersebut merupakan kemenangan pertama tim berjulukan The Gunners setelah mengalami empat kekalahan beruntun di semua kompetisi.
Kekalahan 0-3 melawan Manchester City di partai final Piala Liga Inggris membuat Mesut Oezil dkk terpukul. Alhasil, di pertemuan berikutnya menghadapi lawan yang sama di Liga Inggris, Arsenal kembali terpuruk dengan skor identik.
Terakhir, Arsenal masih belum bisa bangkit dari keterpurukan sehingga kembali mengalami kekalahan memalukan di markas Brighton & Hove Albion.
"Saat Anda kalah di partai final, sulit mencernanya dalam beberapa hari. Ketika KO seperti petinju, Anda tak punya waktu bereaksi, tetapi Anda harus memberikan respons," kata Wenger.
AFP/MARCO BERTORELLO Gelandang Arsenal, Henrikh Mkhitaryan (ketiga dari kiri), merayakan gol yang dia cetak ke gawang AC Milan dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa di San Siro, Milan, Italia, 8 Maret 2018.
(Baca Juga: VIDEO - Son Heung-Min 2 Kali Diinjak Bek Juventus)
"Hasrat dan keinginan Anda untuk menunjukkan kualitas harus terlihat dalam pertandingan," ujarnya.
Wenger juga menilai kemenangan atas AC Milan merupakan pencapaian penting setelah mengalami hasil-hasil buruk tersebut.
"Kemenangan ini tentu penting setelah kami mengalami pekan buruk. Kami harus menyelesaikan pekerjaan ini di kandang," tutur Wenger.
Di lain pihak, kekalahan dari Arsenal berarti akhir dari deretan performa impresif Milan.
Sebelumnya, skuad asuhan Gennaro Gattuso tersebut bisa tampil konsisten dengan catatan tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan beruntun. (Wisnu Nova)
Selain Jadi Presenter, Deasy Noviyanti Tekuni Olahraga Pound Fit https://t.co/hd3By2JeRi
KOMPAS.com - Pertandingan putaran pertama babak 16 besar Liga Europa dilangsungkan pada Kamis (8/3/2018) atau Jumat dini hari WIB. Nasib nahas dialami dua wakil Italia, AC Milan dan Lazio, yang pada laga pertama bertindak sebagai tuan rumah.
AC Milan kalah 0-2 di San Siro dari Arsenal. Selang beberapa jam, Lazio hanya bisa bermain imbang 2-2 ketika menjamu Dynamo Kyiv di Stadion Olimpico.
Hasil tersebut membuat Italia terancam tanpa wakil pada babak perempat final. Hanya kemenangan dan jumlah gol besar yang bisa meloloskan AC Milan dan Lazio dari babak 16 besar.
(Baca Juga: Seragam AC Milan, Mimpi Besar Davide Astori yang Tak Pernah Terwujud Hingga Ajal Menjemput)
Sementara itu, nasib berbeda dialami dua wakil tersisa Spanyol. Atletico Madrid menang telak 3-0 atas Lokomotiv Moskva di Stadion Wanda Metropolitano.
Hasil berbeda dialami Athletic Bilbao. Bertandang ke markas Olympique Marseille, mereka kalah 1-3.
Perancis berpeluang meloloskan dua wakilnya ke babak 8 besar. Selain Marseille, Olympique Lyon juga mencatat hasil positif ketika menang di kandang CSKA Moskva.
Pada pertandingan lain, dua tim yang memiliki sponsor sama, Red Bull Salzburg dan RB Leipzig, meraih kemenangan identik.
Salzburg membuat kejutan dengan menang 2-1 di kandang Borussia Dortmund. Adapun Leipzig menjadi dengan skor serupa ketika mejamu Zenit St. Petersburg.
(Baca juga: Beberapa Hal yang Harus Anda Ketahui soal Kick-off Liga 1 2018)
Pertandingan penentuan babak 16 besar Liga Europa akan dilangsungkan pada Kamis (15/3/2018) atau Jumat (16/3/2018) dini hari WIB.
Hasil putaran pertama babak 16 besar Liga Europa, Kamis (8/3/2018):
MILAN, KOMPAS.com - Arsenal mempunyai modal penting untuk lolos ke perempat final Liga Europa. Pada pertandingan pertama babak 16 besar, pasukan Arsene Wenger menang di kandang AC Milan, Rabu (8/3/2018) atau Kamis dini hari WIB.
AC Milan kalah 0-2 dari Arsenal pada laga San Siro. Gol Arsenal dicetak oleh Henrikh Mkhitaryan (menit ke-15) dan Aaron Ramsey (45+4').
Pada laga ini, seperti dikutip BolaSport.com dari UEFA, AC Milan sebenarnya tampil lebih dominan. Mereka memimpin penguasaan bola dengan 55 persen.
(Baca Juga: Marah Dikalahkan Real Madrid, Julian Draxler Bongkar 3 Borok PSG)
Dari segi peluang, I Rossoneri memiliki 16 yang satu di antaranya tepat sasaran. Adapun Arsenal mempunyai delapan kesempatan, di mana empat on target.
Kendati mengambil inisiatif serangan sejak awal, AC Milan justru dikejutkan oleh gol Arsenal pada menit ke-15. Menerima operan dari Mesut Oezil, Henrikh Mkhitaryan tanpa ragu melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti Milan.
Bola sepakan Mkhitaryan yang sempat membentur bek Milan, Leonardo Bonucci, membuat kiper Gianluigi Donnarumma mati langkah. Arsenal unggul 1-0.
Sebelum dijebol Mkhitaryan, AC Milan tidak kebobolan dalam 599 menit di semua kompetisi!
Arsenal menggandakan keunggulan pada menit ke-45+4' melalui lesakan Aaron Ramsey. Mendapat operan terobosan dari Mesut Oezil, Ramsey dengan santai menggocek Gianluigi Donnarumma sebelum menceploskan bola ke gawang kosong.
Skor 2-0 untuk Arsenal bertahan sampai turun minum.
(Baca Juga: VIDEO - Son Heung-Min 2 Kali Diinjak Bek Juventus)
Pada babak kedua, AC Milan semakin gencar mengalirkan gempuran. Akan tetapi, tak ada gol yang tercipta dari kedua tim.
Pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Europa antara Arsenal dan AC Milan akan bergulir di Stadion Emirates, Kamis (15/3/2018) atau Jumat dini hari WIB.
AC Milan 0-2 Arsenal (Henrikh Mkhitaryan 15', Aaron Ramsey 45+4')
AC Milan (4-3-3): 99-Gianluigi Donnarumma; 2-Davide Calabria (11-Fabio Borini 79'), 19-Leonardo Bonucci, 13-Alessio Romagnoli, 68-Ricardo Rodriguez; 79-Franck Yannick Kessie, 21-Lucas Biglia, 5-Giacomo Bonaventura; 8-Suso, 63-Patrick Cutrone (9-Andre Silva 69'), 10-Hakan Calhanoglu (7-Nikola Kalinic 62')
Pelatih: Gennaro Gattuso
Arsenal (4-3-2-1): 13-David Ospina; 21-Calum Chambers (35-Mohamed Elneny 85'), 6-Laurent Koscielny, 20-Shkodran Mustafi, 31-Sead Kolasinac (30-Ashley Maitland-Niles 62'); 8-Aaron Ramsey, 29-Granit Xhaka, 10-Jack Wilshere; 11-Mesut Oezil (16-Rob Holding 80'), 77-Henrikh Mkhitaryan; 23-Danny Welbeck
Pelatih: Arsene Wenger

0 komentar:
Posting Komentar