Zidane Berkejaran dengan Waktu

Posted By APKMONEY.XYZ on Kamis, 18 Januari 2018 | Januari 18, 2018

Reaksi pelatih Real Madrid Zinedine Zidane pada pertandingan La Liga melawan Athletic Bilbao di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, Ahad (3/12) dini hari WIB. MADRID — Zinedine Zidane seakan bukan mampu menutupi rasa putus asanya ketika timnya dipaksa menyerah 0-1 dari menjamu Villarreal. Kekalahan di Santiago Bernabeu itu semakin memperpanjang periode buruk Real Madrid musim ini dan Zidane belum mampu menemukan solusinya.

‘’Bola tak mau masuk dan saya tidak dapat menjelaskannya,’’ kata Zidane selepas pertandingan pada 13 Januari lalu tersebut.

Kondisi Madrid saat ini memang bertolakan seratus delapan puluh derajat dari torehan ciamiknya ketika memasuki musim kompetisi. kesebelasan berjuluk Los Merengues itu menekuk The red devil 2-1 untuk menggondol Piala Super Eropa. Lalu, lewat 2 leg, Madrid membungkam musuh bebuyutan Barcelona guna mendapat Piala Super Eropa. Skor agregatnya pun sangat meyakinkan: 5-1.

Dan kalau ditarik ke musim sebelumnya, Madrid pun luar biasa karena menutup musim dengan membawa pulang piala liga Champions dari rumput Cardiff. Skuat Zidane mempermalukan Juventus 4-1 di partai final. Dan, Madrid 2 tahun sebelumnya juga sukses merebut trofi liga Champions dengan menaklukan musuh sekota Atletico Madrid lewat adu penalti.

Zidane pun sukses membawa Madrid mengakhiri puasa gelar La Liga. Setelah lima musim gagal menjadi jawara domestik, Madrid musim lalu akhirnya dapat keluar sebagai juara La kompetisi Spanyol. Satu lagi yakni Madrid musim lalu sukses menjuarai Piala Dunia Antarklub dan sukses mempertahankannya tahun ini.

Periode Buruk Torehan ciamik tersebut membuat Madrid diyakini akan mulus melewati musim ini. Tapi, kondisi yang terjadi justru sebaliknya. Sempat mengawali musim dengan kemenangan telak 3-0 dari tuan rumah Deportivo La Coruna (3-0) pada 21 Agustus, Madrid ditahan imbang dalam 2 pertandingan kandang beruntun dari Valencia (2-2) dan Levante (1-1).

Madrid pun menelan kekalahan pertamanya musim ini pada 21 September. Ironisnya, kekalahan Madrid terjadi di Bernabeu dan oleh tim sekelas Real Betis.

Skuad Zidane menelan kekalahan keduanya selang sebulan kemudian. Dan, lagi-lagi Madrid dikalahkan oleh klub gurem. Kali ini Girona, tim promosi yang baru kali pertama tampil di La kejuaraan sejak didirikan pada 1930, yang mengalahkan Madrid 2-1 ketika mereka menjamu sang juara bertahan di kandang mereka yang hanya berkapasitas 13.500 kursi.

Keterpurukan Madrid berlanjut saat bertandang ke markas Tottenham di pertandingan grup kejuaraan Champions pada awal November. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan saat itu dipaksa membawa pulang kekalahan 1-3.

Isu pemecatan Zidane pun langsung menyeruak menyusul kinerja buruk timnya. Namun, Zidane saat itu memastikan kondisi timnya baik-baik saja. ‘’Inilah kehidupan dan saya yakin Madrid memiliki waktu untuk kembali ke penampilan terbaiknya. Saya tak merasa khawatir dan tak akan pernah merasa khawatir, apapun yang terjadi,’’ katanya.

Namun, selang 2 setengah bulan kemudian, Rumor pemecatan Zidane kembali muncul menyusul kekalahan 0-1 dari menjamu Villarreal. Dan, Zidane kali ini mulai khawatir dengan performa timnya yang terus memburuk. ‘’Sangat sulit untuk bermain percaya diri. Kami memiliki banyak peluang. Tapi, di akhirnya kami bukan mampu mengantisipasi serangan balik,’’ katanya.

Frutasi Gol Kekalahan tersebut membuat Madrid mendekat ke tepi Zona Degradasi dengan hanya selisih 16 poin. Madrid sebaliknya semakin tertinggal jauh 19 poin dari Barcelona yang memimpin klasemen dengan 51 poin.

Kekalahan minggu lalu menjadi kekalahan kandang ketiga Madrid musim ini. Sebuah torehan buruk sejak Mei 2009 dimana Madrid saat itu menelan 2 kekalahan kandang.

Madrid pun terancam terlempar dari posisi empat besar dengan hanya selisih satu poin dari Villarreal yang berada di posisi kelima. Mereka terakhir kali menyelesaikan musim dengan menempati posisi di luar empat besar pada musim 1999-2000.

Madrid kini menempati posisi keempat dengan 32 poin dari 18 pertandingan. Dan, lagi-lagi ini torehan buruk sejak 2005-2006 dimana mereka saat itu memperoleh 30 poin dari 18 laga.

Produktivitas gol Real Madrid pun memburuk. Los Blancos, julukan Real Madrid, sebelumnya tercatat sebagai tim yang selalu mampu mencetak gol dalam 73 pertandingan berturu-turut. Namun, mereka kini gagal mencetak gol di empat pertandingan dari tujuh pertandingan La Liga.

Madrid selama ini juga dikenal mampu mencetak gol injury time di lima menit terakhir pertandingan untuk menyelamatkan permainan buruknya. Pada musim lalu, Madrid di 14 laganya mampu mencuri gol di menit-menit terakhir pertandingan. Tapi musim ini Madrid tidak mampu melakukannya, sebaliknya klub lawan (Villarreal dan Real Betis) mampu membobol gawangnya di menit terakhir pertandingan.

Sang pemain bintang, Cristiano Ronaldo, pun mengalami musim paceklik gol. Dalam pertandingan minggu kemarin, pemain berjuluk CR7 itu melepaskan 11 tembakan dan hanya empat menyasar target. Ia hanya mencetak 4 gol dari 83 tembakan dalam 13 pertandingan La kejuaraan musim ini.

Zidane tidak hanya menghadapi masalah mandulnya produktivitas timnya. Kondisi yang terus memburuk ini pasti mempengaruhi mental para pemainnya. Seperti dikatakan Zidane selesai pertandingan lawan Villarreal, Madrid sedang menghadapi masalah kurang tidak ragu diri.

Laga tandang menghadapi Leganes di leg pertama perempat final Copa del Ray pada Kamis (18/1) malam waktu setempat nanti akan menjadi tantang bagi Zidane. Madrid tak pernah mampu menjuarai Copa del Rey sejak 2013/2014 dan trofi itu satu-satunya yang belum mampu diraih Zidane sebagai pelatih Madrid.

Jika mampu menaklukan tuan rumah Leganes, Zidane bukan hanya akan mampu mendongkrak motivasi para pemainnya. Kemenangan atas Leganes sekaligus menjadi modal krusial untuk menghadapi kesebelasan Deportivo La Coruna di pertandingan La Liga.

Namun kalau gagal menjawab tantangan tersebut alias kalah, tidak tertutup kemungkinan Zidane akan didepak sebelum pertandingan kejuaraan Champions lawan PSG pada bulan depan. Zidane mesti berkejaran dengan waktu. Karena, manajemen tentunya bukan ingin berlama-lama dengan kondisi Madrid yang terus memburuk ini.

Sumber : bola.republika.co.id

Blog, Updated at: Januari 18, 2018

0 komentar:

Posting Komentar