Timnas U-16 Indonesia Kalahkan Jepang dan Lolos ke Final

MILAN, KOMPAS.com - Hasil berbeda dialami dua tim asal Kota Mode, AC Milan dan Inter Milan, pada pertandingan pekan ke-28 Serie A - kasta teratas Liga Italia - yang berlangsung pada Minggu (11/3/2018) malam atau Senin dini hari WIB.
AC Milan meraih kemenangan dramatis 1-0 di kandang Genoa, Stadion Luigi Ferraris. Dikatakan dramatis karena gol kemenangan tim tamu tercipta oleh Andre Silva pada menit kelima masa tambahan.
Hasil ini mengerek peringkat tim asuhan Gennaro Gattuso itu ke posisi ke-6 alias zona Eropa. Dengan koleksi 47 poin, mereka menggeser Sampdoria yang kalah dari Crotone dengan keunggulan tiga angka.
Baca juga: Setelah 169 Hari, AC Milan Kembali ke Zona Eropa Liga Italia
Selang beberapa jam dari kemenangan dramatis AC Milan, Inter Milan harus puas bermain imbang tanpa gol melawan Napoli di Stadion Giuseppe Meazza. Hasil imbang tanpa gol ini merugikan kedua tim dari segi posisi di klasemen sementara.
Napoli terpeleset ke posisi kedua dengan koleksi 70 poin dari 28 laga. Mereka tertinggal satu angka dari Juventus yang baru berlaga 27 kali.
Inter Milan juga tertahan di posisi kelima dengan 52 poin. Mereka tertinggal dari AS Roma (56 poin) dan Lazio (53 poin).
(Baca juga: Bomber Lazio Cetak Gol Brilian ala Zlatan Ibrahimovic)
Hanya, Inter masih punya kans menyalip Lazio. Pasukan Luciano Spalletti itu masih menyisakan satu laga Derbi Milan dibandingkan Lazio yang sudah berlaga 28 kali.
Hasil pekan ke-30 Serie A, 9-11 Maret 2018:
BOURNEMOUTH, KOMPAS.com - Tottenham Hotspur naik ke posisi ketiga klasemen sementara Premier League - kasta teratas Liga Inggris, menggeser Liverpool. Hal ini tak lepas dari hasil berbeda yang dialami kedua tim.
Sehari setelah Liverpool kalah 1-2 dari Manchester United, Tottenham Hotspur menang 4-1 di kandang AFC Bournemouth pada pertandingan pekan ke-30, Minggu (11/3/2018).
Kendati demikian, kemenangan Tottenham Hotspur itu harus memakan "tumbal". Striker Harry Kane mengalami cedera dan harus ditarik keluar pada menit ke-34.
Penyerang tim nasional Inggris itu diprediksi mengalami cedera ligamen dan bisa absen sampai dua bulan. Namun, tanpa Kane, Totenham tetap terlalu tangguh bagi Bournemoouth.
(Baca juga: Pendapat Luis Milla soal Egy Maulana Vikri Gabung ke Klub Polandia)
AFP/ADRIAN DENNIS Penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane, mendapatkan perawatan seusai mendapatkan cedera pada laga versus Bournemouth di Stadion Vitality, Minggu (11/3/2018).
Son Heung-min menjadi bintang kemenangan Tottenham di Stadion Vitality. Pemain asal Korea Selatan itu mencetak dua dari empat gol kemenangan timnya.
Dua gol tim tamu lain dicetak oleh Dele Alli (35') dan Serge Aurier (90'+1). Adapun tuan rumah sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Junior Stanislas pada menit ketujuh.
12 - Spurs are now unbeaten in their last 12 Premier League games (W9 D3) – only once before have they been on a longer run without defeat in the competition (14 games ending in December 2015). Rolling. pic.twitter.com/odz3W5WfQv
Tambahan tiga poin mengerek posisi Tottenham ke peringkat ketiga. Mereka mengumpulkan 61 poin atau unggul satu angka atas Liverpool.
Posisi teratas masih ditempati Manchester City, yang baru akan bertanding di kandang Stoke City pada Senin (12/3/2018) malam, dengan 78 poin. Manchester United berada di posisi kedua dengan 65 poin.
Chelsea mengekor Liverpool dengan koleksi 56 poin. Mereka unggul 8 angka atas Arsenal yang mengakhiri rentetan hasil negatif saat menang 3-0 atas Watford.
(Baca Juga: Duet Pemain Baru Bawa Arsenal Tundukkan Watford 3-0)
Hasil pekan ke-30 Premier League, 10-11 Maret 2018:
JAKARTA, KOMPAS.com - Rangkaian acara dari LFC World 2018, yang dimulai sejak Jumat (9/11/2018), memasuki hari terakhir pada Minggu (11/3/2018).
Pada Minggu pagi, terdapat acara soccer clinic, kegiatan klinik kepelatihan, yang diisi oleh salah satu legenda Liverpool, yakni Patrik Berger, di Lapangan Simprug, Jakarta Selatan.
Pemain yang saat bermain menempati posisi sebagai winger itu memberi menu latihan untuk anak kategori umur enam hingga delapan tahun pada pukul 07.30 pagi WIB.
Anak-anak terlihat begitu antusias mengikuti menu latihan, seperti mengoper, menggiring, dan menendang bola, yang diberikan Berger bersama perwakilan dari Akademi Liverpool.
Baca juga : Legenda Liverpool di Setu Babakan, dari Menari hingga Coba Kerak Telor
Salah satunya adalah Nino Arghana Saleh.
Nino, yang datang bersama ayahnya dari Tanah Baru, Bogor, mengaku cukup senang bisa mengikuti latihan itu.
"Senang banget (bisa ikut latihan)," ujar Nino kepada Kompas.com, Minggu (11/3/2018).
Anak yang kini berusia delapan tahun dan tengah duduk di kelas 2 SD itu pun mempunyai pemain favorit di Liverpool saat ini.
Tak lupa, dia pun menyebutkan pemain favoritnya di Indonesia.
"Di Liverpool, suka Mohamed Salah karena cetak gol terus dan Febri Hariyadi (Persib Bandung), saya juga suka Cristiano Ronaldo (Real Madrid)," jawab Nino saat ditanya siapa pemain favoritnya.
Dok. Pribadi Erwin Saleh Suasana soccer clinic di Lapangan Simprug, Jakarta Selatan, Minggu (11/3/2018).Sementara itu, sang ayah, Erwin Saleh, juga menyampaikan kesannya terkait acara soccer clinic tersebut.
"Penyelenggaraan coaching clinic-nya rapi, tempatnya bagus, materinya juga pas dengan anak-anak, dan suasananya menyenangkan," kata pria yang datang berangkat bersama anaknya dari Bogor sejak pukul 06.30 WIB itu.
Baca juga : Tradisi Palang Pintu Sambut 3 Legenda Liverpool di Setu Babakan
Terkait Liverpool, Erwin, yang juga merupakan anggota Big Reds (komunitas suporter) regional Bogor, memiliki harapan terkait klub berjulukan The Reds itu.
"Harapannya semoga Liverpool bisa terus berada di level tertinggi sepak bola dunia dan mampu juara di mana pun kejuaraan yang diikuti," ucap Erwin yang menjadikan Ian Rush sebagai pemain favoritnya di Liverpool.
LFC World sendiri telah berlangsung dari Jumat (9/3/2018) lalu dan berakhir pada hari Minggu ini.
Berbagai kegiatan telah dilangsungkan dalam event bertajuk LFC World 2018 itu, mulai dari acara di Mal Taman Anggrek yang meliputi sesi tanda tangan legenda, nonton bersama, merasakan atmosfer Anfield, hingga acara klinik kepelatihan di Lapangan Simprug, Jakarta Selatan.
KOMPAS.com - Juventus memuncaki klasemen sementara Liga Italia usai mengalahkan Udinese 2-0 pada pekan ke-27 Serie A di Stadion Allianz, Minggu (11/3/2018). Penyerang mungil Paulo Dybala yang memborong gol dalam laga yang diwarnai kegagalan Gonzalo Higuain mengeksekusi penalti.
Kini, Bianconeri mengumpulkan total 71 poin, unggul dua angka atas Napoli, yang akan memainkan laga ke-28 di markas Inter Milan pada Senin dini hari WIB. Posisi ini membuat Juventus semakin dekat dengan ambisi untuk meraih gelar ketujuh secara beruntun Serie A.
(Baca Juga: Bukan 77, Egy Maulana Vikri Bakal Diberi Nomor Punggung Keramat di Lechia Gdansk!)
Bermain di kandang sendiri, Juventus langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal. Duo Argentina, Higuain dan Dybala, menjadi andalan untuk membobol gawang Albano Bizzari.
Meski menguasai permainan, Si Nyonya Besar kesulitan untuk masuk ke area pertahanan Udinese pada 15 menit awal laga. Terus menekan, anak asuhan Massimiliano Allegri bisa membuka keunggulan pada menit ke-20 lewat tendangan bebas Dybala.
Juventus terus menggempur dan punya peluang untuk menggandakan keunggulaan saat wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran Gabriele Angella terhadap Dybala pada menit ke-37. Sayang, bola eksekusi penalti Higuain berhasil ditepis Albano Bizzari. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
(Baca Juga: Baru Bergabung, Egy Maulana Vikri Sudah Berikan Dampak Luar Biasa Ini pada Lechia Gdansk)
Pada babak kedua, keadaan tak banyak berubah. Juventus masih mengendalikan jalannya pertandingan hingga mereka menggandakan keunggulan saat babak kedua baru berlangsung empat menit. Lagi-lagi Dybala yang mengoyak jala tim tamu. Mantan penyerang Palermo ini sukses mencetak gol setelah memanfaatkan umpan Higuain.
Gol tersebut menjadi yang terakhir dalam laga tersebut. Juventus meraih kemenangan 2-0. (Putra Rusdi Kurniawan)
Juventus 2-0 Udinese (Paulo Dybala 20',49')
Susunan Pemain
Juventus : 23-Wojciech Szczesny; 3-Giorgio Chiellini, 2-Mattia De Sciglio, 24-Daniele Rugani, 6-Sami Khedira (Blaise Matuidi 63'), 8-Claudio Marchisio, 22-Kwadwo Asamoah, 11-Douglas Costa (Rodrigo Betancur 88'), 27-Stefano Sturaro, 9-Gonzalo Higuain (Mario Mandzukic 74'), 10-Paulo Dybala
Pelatih : Massimialiano Allegri
Udinese : 1-Albano Bizzarri; 4-Gabrielle Angella, 17-Bram Nuytinck, 27-Silvan Widmer, 53-Ali Adnan, 3-Samir, 85-Valon Behrami (Rodrigo de Paul 76'), 6-Seko Fofana, 72-Antoni Barak (Andrija Balic 70'), 14-Jakub Jankto, 20-Maxi Lopez (Stipe Perica 61')
Pelatih : Masimmo Oddo
PAMEKASAN, KOMPAS.com - Laga persahabatan antara Madura United melawan PSIS Semarang yang digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP), Minggu (11/3/2018), berakhir dengan 1-0 untuk tuan rumah. Rafael Maitimo menjadi penentu lewat golnya pada menit ke-13, memanfaatkan umpan pemain baru Zah Rahan.
Sepanjang pertandingan, kedua tim tampil dalam tempo yang lambat. Namun Madura United lebih agresif pada 15 menit babak pertama. Laskar Sape Kerrab, julukan Madura United, kemudian menurunkan tempo permainan setelah unggul satu gol.
Pelatih PSIS, Subangkit, mengatakan bahwa pemain yang diturunkan dalam laga ini hampir separuh jarang dimainkan dalam beberapa pertandingan, termasuk saat Piala Gubernur Kaltim beberapa waktu lalu. Dia pun memaklumi timmnya agak grogi.
"Banyak pemain salah passing pada menit-menit awal. Pemain saya masih grogi. Tetapi babak kedua PSIS bisa bangkit setelah ditopang dengan masuknya dua pemain asing," kata Subangkit.
Hasil ini, imbuh Subangkit, hanya untuk mengetahui kondisi pemain dalam menghadapi kompetisi Liga 1. Pihaknya sudah mengantongi sejumlah nama yang akan dipasang sebagai starting eleven.
Sementara itu, Pelatih Madura United, Milomir Seslija mengatakan, permainan timnya sudah cukup bagus. Namun sedikit kendalan pada penyelesaian akhir. "Kami sudah banyak menyerang namun hanya cetak satu gol. Lini depan perlu diperbaiki lagi, terutama penyelesaian akhir dan passing yang kurang akurat," ujar pelatih yang akrab disapa Milo ini.
Laga persahabatan selanjutnya, Madura United akan menghadapi Persipura Jayapura pada Minggu (18/3/2018) di SGRP. Laga tersebut akan menjadi uji coba terakhir sebelum kick-off Liga 1 2018 pada 23 Maret 2018.
KOMPAS.com - Arsenal kembali ke jalur kemenangan usai mengalahkan Watford FC 3-0 pada pertandingan pekan ke-30 Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Inggris, Minggu (11/3/2018).
Gol Arsenal dicetak oleh Shkodran Mustafi pada menit ke-8, disusul sumbangan dua pemain yang baru bergabung pada bursa transfer Januari, Pierre-Emerick Aubameyang (59') dan Henrikh Mkhitaryan (77').
Meski demikian, kemenangan ini belum mampu membawa Arsenal ke zona Eropa. The Gunners masih menempati urutan keenam klasemen sementara dengan raihan 48 poin, tertinggal delapan angka dari Chelsea di posisi zona Liga Europa.
Arsenal mendominasi penguasaan bola dengan 60 persen berbanding 40 persen. Mereka juga lebih efisien karena melepas 11 tembakan dengan 7 mengarah tepat ke sasaran, bandingkan dengan Watford, yang hanya punya 4 tendangan on target dari total 10 tembakan.
Hasilnya, Arsenal tidak butuh waktu lama untuk unggul. Tandukan Mustafi menyambut tendangan bebas Mesut Oezil dari sisi kiri kotak penalti Watford bersarang ke pojok gawang Orestis Karnezis pada menit ke-8.
Ricardo Pereyra mencoba menyamakan kedudukan, tetapi tembakannya menyambut bola muntah dari Petr Cech hanya melayang ke atas gawang Arsenal.
Arsenal punya sejumlah peluang pada babak pertama. Apes bagi tim London Utara itu, kans dari Oezil dan Aubameyang gagal menggandakan keunggulan.
Arsenal baru menambah keunggulan pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-59. Umpan Mkhitaryan diselesaikan oleh Aubameyang tanpa kesalahan.
Watford sempat mendapatkan peluang memperkecil skor saat mendapat penalti menyusul pelanggaran Ashley Maitland-Niles 2 menit kemudian. Hanya, Troy Deeney gagal mengelabui Petr Cech, yang dengan mudah membaca tendangannya dan mengeblok bola.
Mkhitaryan memperbesar skor lewat golnya pada menit ke-77. Bola umpan Oezil yang ditepis Karnezis jatuh ke kaki Aubameyang.
Pemain asal Gabon itu meneruskan bola ke Mkhitaryan, yang menjebol gawang Watford tanpa kesalahan. Gol tersebut merupakan yang kedua bagi Mkhitaryan pekan ini karena dia juga mencetak gol saat Arsenal menang 2-0 melawan AC Milan, Jumat (9/3/2018) WIB.
Gol Mkhitaryan tersebut menjadi terakhir dalam laga itu yang membuat Arsenal mengunci raihan tiga poin dari Watford. Kemenangan atas Watford pun menjadi kemenangan perdana Arsenal di kandang sejak 3 Februari 2018. (Lariza Oky Adisty)
Arsenal 3-0 Watford (Shkodran Mustafi, 8', Pierre-Emerick Aubameyang, 59', Henrikh Mkhitaryan, 77')
SUSUNAN PEMAIN
Arsenal: 1-Petr Cech; 30-Ashley Maitland-Niles, 16-Rob Holding, 20-Shkodran Mustafi (21-Calum Chambers, 73'), 31-Sead Kolasinac; 35-Mohamed Elneny, 29-Granit Xhaka; 11-Mesut Oezil, 17-Alex Iwobi (23-Danny Welbeck, 66'), 7-Henrikh Mkhitaryan (10-Jack Wilshere, 78'); 14-Pierre-Emerick Aubameyang
Pelatih: Arsene Wenger
Watford FC: 30-Orestis Karnezis; 21-Kiko Femenia (19-Will Hughes, 62'), 5-Sebastian Proedl, 6-Adrian Mariappa, 25-Jose Holebas; 16-Abdoulaye Doucoure, 29-Etienne Capoue; 2-Daryl Janmaat (3-Manuel Britos, 80'), 37-Roberto Pereyra (33-Stefano Okaka, 67'), 11-Richarlison; 9-Troy Deeney
Pelatih: Javi Gracia
Wasit: Martin Atkinson
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengapresiasi liga pelajar Gunung Kidul (Lipeg) yang diselenggarakan di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Meski tanpa bantuan pemerintah pusat, ajang itu bisa terlaksana.
"Saya hadir dalam rangka mengapresiasi dan berterima kasih kepada panitia yang sungguh-sungguh dengan inovasi," ujarnya usai menyaksikan pertandingan Lipeg di stadion Gelora Handayani, Wonosari, Minggu (11/3/2018) petang.
"Ini harus kita jadikan contoh, olahraga diprakarsai secara masif oleh masyarakat, buktinya liga pelajar di Gunung Kidul, sudah bisa memaksa saya untuk datang. Ke depan harus kita besarkan lagi."
Selama empat tahun, ajang ini tetap konsisten terlaksana. Ajang ini menarik perhatian ribuan penonton serta banyak sponsor.
Diharapkan, liga tersebut bisa menghasilkan bibit atlet sepak bola. Imam mencontohkan Egy Maulana Vikri yang saat ini membuat harum nama Indonesia di dunia internasional.
"Baru kali ini liga pelajar dihadiri ribuan penonton. Pengelolaan liga pelajar di Gunung Kidul dikelola betul-betul profesional, bayangkan banyak pendukung, banyak sponsor," ucapnya.
Imam mengatakan, dengan pengelolaan yang profesional seperti adanya sekolah olahraga bisa meningkatkan prestasi olahraga.
"Saya dapat info dari wakil bupati dan panitia bahwa ini (final Lipeg 2018 diikuti SMA 2 Playen dan SMA 1 Tanjungsari) sekolah yang diberi kelas khusus olahraga pasti menghasilkan olahragawan yang hebat. Kedua tim bermain dengan seimbang," ucapnya.
Sementara itu ketua panitia Lipeg 2018, Heri Santosa, mengatakan bahwa ajang ini diikuti 20 SMA/SMK se-Kabupaten Gunung Kidul. Partai puncak mempertemukan SMA 2 Playen yang menang atas SMA 1 Tanjungsari.
"Tujuan utamanya mencari bibit baru dari pelajar di Gunung Kidul. Kami mengelola mandiri," katanya.
KOMPAS.com - Timnas U-16 Indonesia secara mengejutkan berhasil mengalahkan timnas U-15 Jepang dengan skor 1-0. Anak asuh Fakhri Husaini pun melaju ke final turnamen Jenesys 2017.
Dua tim ini berlaga pada semifinal di Kirishima Yamazakura Miyazaki Prectural Comprehensive Sports Park Pitch 1, Jepang, Minggu (11/3/2018). Kemenangan itu disambut dengan sukacita oleh pelatih timnas U-16 Indonesia, Fakhri Husaini.
(Baca juga: Dua Klub Liga Polandia Kena Sanksi Pengurangan Poin, Salah Satunya yang Bakal Dibela Egy Maulana Vikri)
Dalam wawancara dengan BolaSport.com selepas laga, Fakhri sangat bersyukur atas catatan positif anak-anak asuhnya. Pria kelahiran Aceh ini sangat berterima kasih kepada semua pemain atas kemenangan melalui gol semata wayang Sutan Zico pada menit ke-54 ini.
"Alhamdulillah berkat perjuangan keras dan doa seluruh pencinta sepak bola Indonesia, kami bisa memenangi laga berat pada semifinal melawan Jepang," kata Fakhri.
Dia pun mengatakan Sutan Zico dkk mampu memberikan perlawanan ketat kepada tim tuan rumah. Diakui, skuad Garuda Asia bermain sangat disiplin dan kompak baik saat menyerang maupun bertahan.
(Baca Juga: Baru Bergabung, Egy Maulana Vikri Sudah Berikan Dampak Luar Biasa Ini pada Lechia Gdansk)
"Transisi negatif dan positif di lini tengah maupun depan berjalan dengan baik," ujar Fakhri.
"Saya bangga dengan apa yang diperlihatkan pemain," kata gelandang elegan timnas Indonesia era 1990-an ini.
Sebelum pertandingan, Fakhri meminta kepada anak asuhnya agar tidak gentar menghadapi nama besar Jepang. Sebab, sepak bola itu dimulai dari skor 0-0.
"Mereka sangat luar biasa, tidak gentar dengan nama besar Jepang, tidak takut dengan pressing yang dilakukan Jepang,” kata Fakhri.
"Strategi pressing dengan tekanan dari kami cukup ampuh untuk mengganggu alur bola dari pemain Jepang."
Selanjutnya, Indonesia akan melawan timnas U-16 Vietnam pada laga final, Senin (12/3/2018). Vietnam lolos setelah menang adu penalti dengan skor 6-5 atas timnas U-16 Thailand. (Mochamad Hary Prasetya)

0 komentar:
Posting Komentar