Jadwal Diundur Memengaruhi Psikologi Pemain PS Tira

Posted By APKMONEY.XYZ on Kamis, 22 Maret 2018 | Maret 22, 2018

Jadwal Diundur Memengaruhi Psikologi Pemain PS Tira


Jadwal Diundur Memengaruhi Psikologi Pemain PS Tira


KOMPAS.com / Hamzah Pelatih PS TNI Rudy Eka Priyambada (kiri) dan Ganjar Mukti, jelang pertandingan kontra Persegres Gresik United.



SINGAPURA, KOMPAS.com - Tim nasional U-23 Indonesia mengalahkan timnas U-23 Singapura dengan skor 3-0 pada laga uji coba di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (21/3/2018).

Tiga gol timnas U-23 Indonesia masing-masing dicetak oleh Febri Hariyadi pada menit ke-44, Muhammad Hargianto (51'), dan Septian David Maulana (65').

Tim asuhan Luis Milla memang tampil mendominasi dengan menguasai penguasaan bola sebesar 66 persen. Selain itu Garuda Muda, julukan Indonesia, juga unggul dalam percobaan tembakan ke gawang.

Indonesia berhasil melepaskan 19 percobaan berbanding terbalik dengan tuan rumah Singapura yang hanya melakukan 6 percobaan.

(Baca juga: Hati-hati, Jangan Sampai Kisah Egy Maulana seperti Freddy Adu)

Berikut adalah cuplikan gol-gol Timnas Indonesia U-23 vs Singapura U-23 (tidak bisa dibuka melalui apps) :

Mari kita sambut gol tendangan halilintar Febri Haryadi!!

Dari 1-10 berapa nilai gol anak muda Persib Bandung ini pemirsa?#timnas #TimnasDay pic.twitter.com/HusnCb4jsW

Habis gol Febri, terbitlah gol M.Hargianto. Tendangan placing Hargi membuat kiper Singapura memungut bola untuk keduanya kali dari gawang!

Gol siapa yang paling keren pemirsa? Febri atau Hargi?#TimnasDay #timnas #mhargianto #bolanusantara pic.twitter.com/2By6B0JT59

Gol penutup Timnas Indonesia dicetak oleh Septian David Maulana.

Gol Timnas kok ga ada yang jelek ya pemirsa. Top!#TimnasDay #timnas #bolanusantara #bungtara pic.twitter.com/aHENaPNwVy

 

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia, Luis Milla, mengaku puas dengan kemenangan timnas U-23 Indonesia atas timnas U-23 Singapura.

Indonesia menang 3-0 pada pertandingan di Stadion Nasional, Rabu (21/3/2018). Tiga gol kemenangan timnas dicetak oleh Febri Hariyadi, M Hargianto, dan Septian David Maulana.

"Gol pertama membuktikan bahwa kami bisa mengontrol pertandingan," kata Luis Milla seperti dikutip dari situs resmi PSSI.

(Baca juga: Hati-hati, Jangan Sampai Kisah Egy Maulana seperti Freddy Adu)

"Kami bermain baik hari ini dan tim semakin berkembang, namun tetap harus ditingkatkan permainannya. Saya harap tim semakin percaya diri ke depannya," tutur pelatih asal Spanyol itu.

Secara khusus, Luis Milla memuji performa Febri Hariyadi. Pemain sayap Persib Bandung itu mencetak gol pembuka dan menjadi kreator bagi gol Hargianto dan Septian David.

"Pada laga ini Febri mengalami perkembangan yang bagus. Saya harap gol tadi bisa menambah kepercayaan diri Febri," ucap dia.

(Baca Juga: Gaya Set Piece Wayne Rooney Menginspirasi Pegolf Ini Raih Gelar Juara)

"Namun, tidak hanya Febri, semua pemain lain juga berkembang. Ini hasil gemblengan dari klub dan kompetisi juga," ucap dia.

Bulan depan, timnas U-23 akan kembali menjalani pemusatan latihan (TC). Mereka juga akan ambil bagian pada turnamen Anniversary Cup, akhir April.



SINGAPURA, KOMPAS.com - Tim nasional U-23 Indonesia berhasil mengalahkan tim nasional U-23 Singapura dengan skor 3-0 pada laga uji coba yang digelar di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (21/3/2018). Febri Hariyadi menjadi bintang timnas pada laga itu. 

Febri Hariyadi mencetak satu gol dan dua assist. Namun, di balik penampilan apiknya saat meneyerang, pemain sayap Persib Bandung itu memiliki beberapa catatatan yang harus diperbaiki ke depannya.

Dikutip dari Labbola, Febri Hariyadi tidak cukup baik dalam bertahan. Dia tidak pernah melepaskan tekel selama 90 menit. Artinya, Febri tidak cukup serius untuk merebut bola dari lawan.

(Baca juga: Hati-hati, Jangan Sampai Kisah Egy Maulana seperti Freddy Adu)

Selanjutnya, sebagai pemain sayap, akurasi umpan silang Febri cukup memprihatinkan. Febri hanya sukses sekali melepas umpan silang dari lima percobaan.

Meskipun ada dua catatan yang harus diperbaiki, Febri Hariyadi tetap menjadi pemain terbaik dalam laga melawan Singapura. Pemain berusia 22 tahun ini berhasil mencetak satu gol dan menjadi kreator di balik gol Muhammad Hargianto dan Septian David Maulana.

"Pada laga ini, Febri mengalami perkembangan yang bagus," ucap pelatih Luis Milla seperti dikutip dari situs resmi PSSI.

"Gol pertama membuat kami bisa mengontrol pertandingan," tutur pelatih asl Spanyol itu.

Febri bermain tidak egois, hal ini tecermin dari jumlah umpan yang dilepaskannya. Febri berada di urutan keempat distributor operan terbanyak dengan catatan 35 umpan.

Tidak hanya itu Febri mencatatkan dua tembakan tepat sasaran dari tujuh total tembakan timnas U-23.

Febri memang selalu menjadi andalan pelatih Luis Milla. Dia kerap dipanggil untuk tampil di timnas U-23 maupun timnas Senior Indonesia. 

Timnas U-23 Indonesia sukses mengalahkan Singapura U-23 dengan skor 3-0 pada laga uji coba di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (21/3/2018). . Apa komentar kalian? . #timnasday #timnasindonesia #timnasu23indonesia #timnasu23singapura #friendlymatch

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on Mar 21, 2018 at 6:34am PDT



KAIRO,KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya sejak tahun 1990, tim nasional Mesir akan berlaga di Piala Dunia. Persiapan khusus dilakukan pemerintah Mesir untuk memaksimalkan perjuangan Mohamed Salah dkk di Piala Dunia 2018. 

Sebagai salah satu persiapan menjelang Piala Dunia, Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) menunjuk maskapai Egypt Air untuk menyediakan pesawat pribadi yang akan digunakan timnas Mesir selama persiapan dan perhelatan Piala Dunia, Juni-Juli nanti.

Pesawat pribadi itu sudah selesai dibuat dengan menunjukkan gambar Mohamed Salah di depan, dan juga sejumlah pemain Sang Firaun - julukan timnas Mesir - lainnya di bagian tubuh pesawat.

(Baca Juga: Siap-siap, Liverpool! Mohamed Salah Akan Jadi Philippe Coutinho Jilid Ke-2)

Menurut Hany Abu Raida, Ketua EFA, kehadiran pesawat ini adalah sebuah impian yang menjadi kenyataan.

"Saya berharap pemain Mesir melihat wajah mereka di pesawat, seperti pemain top lainnya yang berlaga di Piala Dunia 2018," kata Abu Raida, dikutip dari Egypt Independent, Selasa (20/3/2018).

Pesawat ini akan digunakan untuk pertama kali oleh Mohamed Salah cs untuk laga persahabatan di Swiss. Di sana, timnas Mesir akan berhadapan dengan Portugal dan Yunani sebagai persiapan menuju Piala Dunia.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra, menyarankan kepada manajemen tim untuk mengontrak kiper timnas U-19 Indonesia, Gianluca Pagliuca Rossi. Saat ini Rossi masih menjalani seleksi di Persija.

Rossi didatangkan oleh manajemen Persija karena PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengizinkan tim berjulukan Macan Kemayoran tersebut mendatangkan tiga pemain baru. Hal ini terjadi karena Persija (dan Bali United) berlaga dalam Piala AFC 2018.

(Baca Juga: 5 Tim Ini Berpotensi Menggebrak dan Menjadi Kejutan di Liga 1 2018, Salah Satunya di Luar Dugaan!)

Rossi sudah datang untuk berlatih bersama Persija sejak Jumat (16/3/2018). Selama berlatih bersama Ismed Sofyan dkk, Rossi dianggap menunjukkan perkembangan signifikan.

"Rossy bagus. Dia punya kualitas bagus," ucap Teco yang menambahkan bahwa penjaga gawang asal Semarang, Jawa Tengah, itu tampil gemilang selama latihan.

Pelatih asal Brasil itu menilai bahwa Rossi mempunyai prospek yang bagus. Persija mencari pemain berusia 23 tahun karena sesuai regulasi PT LIB di mana setiap klub harus memiliki sekitar tujuh pemain berusia 23 tahun untuk didaftarkan.

"Dia pemain muda, kami punya prospek yang bagus. Dia direkomendasi untuk dikontrak," ucap Teco.

Selain Rossi, Persija juga dikabarkan mencari dua pemain baru tetapi hingga sekarang belum datang. Dua pemain itu berposisi bek berusia 23 tahun dan penyerang senior untuk menghadapi Liga 1 2018. (Mochamad Hary Prasetya)

Luis Milla memiliki statistik yang cukup bagus setiap kali bertemu dengan tim asal ASEAN. Apakah Milla bisa membawa Timnas U-23 Indonesia menang melawan Timnas U-23 Singapura? #TImnas #TimnasDay #TimnasIndonesia #TimnasSingapura

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on Mar 20, 2018 at 3:19am PDT

 

LAMONGAN, KOMPAS.com – Persela Lamongan bakal mengawali perjalanan Liga 1 2018 saat tandang ke Stadion Mandala, markas Persipura Jayapura, Sabtu (24/3/2018). Tim Laskar Joko Tingkir kemungkinan tidak bisa menurunkan kekuatan terbaik dalam laga tersebut.

Beberapa pemain pilar tidak bisa tampil dengan berbagai alasan. Muhammad Agung Pribadi mengalami cedera dan Saddil Ramdani dipanggil memperkuat Timnas U-23 Indonesia.

“Sepertinya belum bisa (main), lutut masih terasa sakit. Sudah pasti saya tidak akan ikut dalam rombongan, karena sekarang saya pulang ke Bandung untuk terapi,” ujar Agung Pribadi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (21/3/2018).

(Baca Juga: Gabung ke Skuat Timnas Inggris Selalu Menjadi Ambisi bagi Bek Berdarah Polandia Ini)

Agung mengaku, cedera tersebut sudah lama dialami saat memperkuat Persela uji coba menghadapi tim internal dalam persiapan jelang kompetisi, sebelum turnamen Jakajaya (Jawa-Kalimantan-Jayapura).

“Saya disuruh istirahat satu hingga satu setengah bulan untuk penyembuhan. Jadi selain lawan Persipura, mungkin dua sampai tiga pertandingan selanjutnya juga akan absen,” ucap dia.

Agung menambahkan, dua hari sekali dia melakukan terapi di Bandung. Bahkan, usai tim Persela dilaunching pada Selasa (20/3/2018) malam, mantan gelandang Persib Bandung ini langsung meminta izin pulang.

(Baca Juga: Rencana di Balik Kritik Jose Mourinho kepada Luke Shaw)

“Karena hari ini, kebetulan jadwal rutin melakukan terapi. Semoga dengan rutin terapi, cedera yang saya alami bisa cepat sembuh dan bisa segera memperkuat Persela lagi,” kata dia.

Selain Agung dan Saddil, Persela juga tidak akan diperkuat penjaga gawang Dwi Kuswanto. Dia sudah meminta izin lantaran sedang dirundung duka.

“Benar, Dwi sudah pamit tidak bisa ikut ke Persipura, karena orang tuanya baru saja meninggal dunia kemarin (20/3/2018). Maka kami akan ajak Alexander dan M Ridwan, untuk posisi penjaga gawang,” tutur asisten pelatih Persela, Danur Dara.



KOMPAS.com - Paul Pogba sedang mengalami momen terburuk dalam kariernya. Hingga saat ini, dia belum menemukan performa terbaik pada musim kedua bersama Manchester United.

Dalam beberapa laga terakhir, termasuk bigmatch melawan Liverpool, manajer Jose Mourinho lebih memilih pemain muda Scott McTominay untuk mengisi lini tengah.

(Baca Juga: Sejak Awal, Kedatangan Alexis Sanchez ke Manchester United Tak Diharapkan)

Melihat situasi ini, Pogba mengaku akan melihat banyak gelandang top dunia bermain untuk menginspirasi penampilannya. Uniknya, Pogba menyebut dua gelandang Manchester City, yang merupakan rival sekota Man United.

"Dulu saat saya masih kecil, saya melihat bagaimana Zinedine Zidane dan Ronaldinho bermain," kata Pogba dikutip dari Bolasport.com.

(Baca Juga: Gabung ke Skuat Timnas Inggris Selalu Menjadi Ambisi bagi Bek Berdarah Polandia Ini)

"Saat ini saya belajar banyak dari pemain lini tengah modern seperti Kevin De Bruyne, Yaya Toure, Luka Modric dan Andres Iniesta," ujar Pogba menambahkan.

Musim ini bersama Man United, Pogba hanya berpeluang memenangkan satu gelar, yaitu Piala FA. Sebelumnya, Man United harus tersingkir pada babak 16 besar Liga Champions dan kini terpaut 16 poin dari Man City, pemimpin klasemen Liga Premier Inggris. (Sri Mulyati)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Laga perdana PS Tira melawan tuan rumah Persib Bandung dalam ajang Liga 1 2018 diundur. Awalnya, duel tersebut akan berlangsung pada 23 Maret 2018 tetapi mundur menjadi 26 Maret 2018.

Pelatih PS Tira, Rudy Eka Priyambada, mengungkapkan bahwa mundurnya jadwal duel yang bakal digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ini mempengaruhi banyak hal.

"Ya pasti mempengaruhi semuanya, banyak," ujar Rudy saat dihubungi Kompas.com, Rabu (21/03/2018).

(Baca Juga: Gaya Set Piece Wayne Rooney Menginspirasi Pegolf Ini Raih Gelar Juara)

Rudy menuturkan, PS Tira sudah memesan tiket untuk berangkat ke Bandung pada tanggal 21 Maret 2018. Namun karena jadwal pertandingan diundur, tim berangkat ke Bandung pada 24 Maret 2018.

"Tiket kan jadi hangus karena sudah pesan untuk berangkat tanggal 21 Maret, harus batal, tanggal 24 baru jalan. Secara keuangan kami jadi kena charge tiket," bebernya.

Mundurnya jadwal juga mempengaruhi persiapan secara teknis. Pelatih harus mengubah program latihan.

"Teknis berpengaruh, program latihan berubah. Secara psikologi juga, pemain sudah dalam kondisi siap bertanding, mau berangkat ga jadi," tegasnya.

(Baca juga: Hati-hati, Jangan Sampai Kisah Egy Maulana seperti Freddy Adu)

Meski mempengaruhi banyak hal, namun mantan pelatih Mitra Kukar ini mengambil sisi positif dari mundurnya jadwal tersebut. Mereka bisa mempersiapkan tim lebih lama untuk menghadapi laga away. "Ya, anggap saja kami jadi bisa mempersiapkan tim lebih lama," tandasnya.

Sumber : bola.kompas.com
Blog, Updated at: Maret 22, 2018

0 komentar:

Posting Komentar