Didier Drogba Dukung Neymar Raih Ballon d'Or

Posted By APKMONEY.XYZ on Kamis, 22 Maret 2018 | Maret 22, 2018

Didier Drogba Dukung Neymar Raih Ballon d'Or


Didier Drogba Dukung Neymar Raih Ballon d'Or


AFP/FRANCK FIFE Striker Paris Saint-Germain, Neymar, merayakan gol yang dia cetak ke gawang Anderlecht dalam laga Grup B Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis, pada 31 Oktober 2017.

KOMPAS.com - Pelatih legendaris Italia yang kini membesut timnas China, Marcello Lippi, berbicara soal pelatih Wales, Ryan Giggs, yang akan ditemui dalam pertandingan persahabatan di Stadion Guangxi Sports Center, Kamis (22/3/2018).

Duel melawan China akan menjadi laga pertama Ryan Giggs sebagai pelatih Wales. Berbanding terbalik dengan Giggs, Lippi merupakan sosok yang sudah sangat berpengalaman di dunia kepelatihan.

(Baca Juga: Mauro Icardi Bicara Peluang Lionel Messi Gabung Inter Milan)

Timnas China menjadi tim ke-14 yang dipimpin Lippi. Namun, pria yang membawa Italia menjuarai Piala Dunia 2006 ini enggan memberikan masukan untuk Giggs.

"Saya merasa tidak harus memberikan saran apa pun untuk Ryan Giggs," kata Lippi seperti dikutip BolaSport.com dari BBC.

"Ryan mempunyai pelatih terbaik dalam diri Sir Alex Ferguson ketika dia bermain untuk Manchester United. Ryan hanya perlu melakukan apa yang dia pelajari dari Sir Alex," ucap Lippi lagi.

Allenatore berusia 69 tahun ini pun mengharapkan yang terbaik untuk karier Giggs.

(Baca Juga: 6 Playmaker Terbaik di Liga Inggris, Duo Manchester Bukan Nomor 1)

"Saya ingin bertemu Ryan Giggs karena saya ingat ketika masih melatih Juventus pada akhir 1990-an, kami sering bertarung di Liga Champions. Juventus sering sekali bertemu Man United," ujar Lippi.

"Ryan pemain yang luar biasa, sangat kuat, saya sangat menyukainya. Saya berharap dia juga bisa menjadi pelatih dengan sama baiknya. Saya mendoakan yang terbaik," tutur Lippi melanjutkan.

Saat masih aktif bermain, Giggs pernah memperkuat Man United dalam tujuh perjumpaan kontra Juventus era Lippi dalam ajang Liga Champions. Dalam periode tersebut, Giggs menyumbangkan empat gol untuk membantu Man United menorehkan tiga kemenangan. (Septian Tambunan)

KOMPAS.com - Penyerang anyar Manchester United, Alexis Sanchez, mengakui bahwa dirinya belum bisa memberikan kontribusi yang sesuai dengan harapan sejak bergabung dari Arsenal.

Sejak didatangkan pada 22 Januari 2018, Sanchez belum mampu menunjukkan kebolehannya di atas lapangan bersama Man United, seperti apa yang dia lakukan bersama Arsenal. Dalam 10 laga yang dia lakoni bersama The Red Devils pada semua kompetisi, Sanchez baru menyumbangkan satu gol.

Gol tersebut dicetak Sanchez melalui bola muntah hasil eksekusi penalti yang gagal dia lakukan dengan sempurna ke gawang Huddersfield Town pada laga pekan ke-26 Liga Inggris di Stadion Old Trafford.

(Baca Juga: Dipanggil Timnas Inggris, Banyak Orang Tak Pernah Dengar Nama Pemain Ini)

Selain satu gol tersebut, Sanchez baru bisa membuat dua assist untuk Man United.

Raihan Sanchez tersebut tentu sangat mengecewakan bagi Man United yang berharap pemain berusia 29 tahun tersebut bisa menjadi sumber gol dan pelayan yang baik bagi striker Romelu Lukaku.

Sanchez mengaku bahwa dirinya sudah berusaha maksimal untuk tampil bagus sesuai dengan harapan klub. Namun, proses adaptasi dan perubahan gaya bermain menjadi kesulitan tersendiri bagi dirinya untuk bisa memberikan kontribusi besar.

(Baca Juga: Incaran Arsenal dan Tottenham Ini Secara Gamblang Siap Tinggalkan Bordeaux)

"Saya adalah pemain yang menuntut banyak dari diri sendiri dan semua berharap bisa terus menjadi pemain yang lebih bagus. Sejak bergabung ke Manchester United, sangat sulit untuk mengubah segalanya dengan sangat cepat," ucap Sanchez seperti dikutip BolaSport.com dari Sky Sports.

"Pergantian klub ini adalah sesuatu yang terbilang sangat mendadak. Ini adalah kali pertama bagi saya berganti klub pada Januari. Hal ini sangat menyulitkan bagi saya," tutur sang pemain menambahkan.

Kini, Sanchez masih memiliki delapan kesempatan bersama Man United di Liga Inggris dari setidaknya satu di Piala FA untuk menunjukkan kualitas terbaik yang dimilikinya. (Verdi Hendrawan)

PADANG, KOMPAS.com - Semen Padang memberikan poin khusus di dalam kontrak Rachmat Afandi karena sang pemain memiliki riwayat cedera. Jika mengalami cedera parah di tengah kompetisi, Rachmat Afandi bersedia dilepas tanpa kompensasi.

“Saya juga mendengar kabar cederanya (Rachmat Afandi). Namun dirinya mengatakan akan memberi garansi bagi Semen Padang dalam salah satu butir kontraknya jika mengalami cederah parah di tengah kompetisi, siap dilepas tanpa kompensasi,” ujar pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli, Rabu (21/3/2018).

(Baca Juga: Dipanggil Timnas Inggris, Banyak Orang Tak Pernah Dengar Nama Pemain Ini)

Rachmat Afandi, mantan striker Persija Jakarta, sudah menjalani latihan bersama Semen Padang dan mengikuti laga uji coba melawan PPLP Sumbar di Stadion H Agus Salim Padang, Rabu (21/3/2018).

Dalam laga yang berakhir dengan skor 5-0 untuk Semen Padang tersebut, Rachmat Afandi hanya tampil 20 menit. Dia mencetak satu gol dan menyumbang satu assist.

“Dari penampilannya itu saya lihat kualitasnya memang bagus. Gerakan, penempatan diri, penyelesaian akhir dan pengalamannya sudah matang. Hal itu yang memang kami inginkan,” beber Syafrianto lagi.

(Baca Juga: Incaran Arsenal dan Tottenham Ini Secara Gamblang Siap Tinggalkan Bordeaux)

Namun Syafrianto menilai masih terdapat beberapa kekurangan pada diri Rachmat Affandi.

“Kami mengharapkan Rachmat Afandi dapat bermain full nantinya. Namun kami lihat dulu kemampuannya selama seminggu ini,” bebernya lagi.

Sementara itu, manager Semen Padang Win Bernadino mengatakan, dari hasil cek kesehatan yang dilakukan kepada Rachmat Afandi tidak ada masalah.

“Mengenai berita riwayat cedera tersebut kami belum melakukan pengecekan ke klub-klub sebelumnya. Namun dari beberapa hasil tes kesehatan hasilnya bagus,” sebut Win.

KOMPAS.com – Bhayangkara FC enggan mematok target muluk pada Liga 1 musim 2018. Kehilangan banyak pemain andalan menjadi alasan.

Klub berjulukan The Guardian besutan Simon McMenemy ini berstatus juara bertahan. Namun mereka ditinggalkan sejumlah pemain pilar pada akhir musim lalu. Striker Ilija Spasojevic pindah ke Bali United serta Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armayn hengkang ke Liga Malaysia.

(Baca Juga: Incaran Arsenal dan Tottenham Ini Secara Gamblang Siap Tinggalkan Bordeaux)

"Bicara target, kami targetkan papan atas pada akhir musim, syukur-syukur bila nanti mampu mempertahankan gelar,” ucap manajer Bhayangkara FC AKBP Sumardji saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (21/3/2018).

Sumardji bersikap realitis, terlebih beberapa kontestan Liga 1 terus berusaha meningkatkan kekuatan guna bersaing menjadi juara. Bali United, Persija Jakarta, PSM Makassar, Persib Bandung, Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura patut diperhitungkan.

“Tetapi kami tidak minder, kami tetap akan berusaha bersaing memperebutkan gelar. Meski tampak berat, saya percaya kami akan mampu asal semua elemen tim mau kerja keras,” ujar dia.

(Baca Juga: Dipanggil Timnas Inggris, Banyak Orang Tak Pernah Dengar Nama Pemain Ini)

Sumardji tak memungkiri bahwa manajemen Bhayangkara FC ingin tim berlaga pada kompetisi level Asia pada musim mendatang.

“Pelan-pelan kami akan lihat peluang itu (berlaga di Asia) sambil jalan. Jangan muluk-muluk dulu, realistis saja sambil evaluasi setiap pertandingan yang dijalani,” tutur Sumardji.

Bhayangkara FC sebenarnya berhak menjadi wakil Indonesia di level Asia pada musim ini. Urusan administrasi tim menjadi kendala sehingga jatah berlaga di kancah Asia diberikan kepada Bali United (runner-up musim lalu) dan Persija Jakarta (peringkat ketiga).



KOMPAS.com - Ambisi penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Neymar, untuk mendapat gelar pemain terbaik dunia atau Ballon d'Or mendapat dukungan dari legenda Chelsea, Didier Drogba.

Perbutan gelar pemain terbaik dunia selama satu dekade terakhir hanya dikuasai oleh Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

(Baca Juga: Akankah Xabi Alonso Menjadi Pelatih Bayern Muenchen Selanjutnya?)

Melihat persaingan yang membosankan itu, Drogba mendukung Neymar agar bisa merusak dominasi Messi dan Ronaldo.

"Neymar punya kualitas dan determinasi untuk memenangkan Ballon d'Or bersama PSG," kata Drogba dikutip dari Bolasport.com yang melansirnya dari Bleacher Report.

Keinginan Neymar tidak akan terwujud tahun ini. Pasalnya, dia gagal membawa PSG meraih gelar juara Liga Champions dan masih dalam pemulihan cedera patah tulang metatarsal.

(Baca Juga: Terungkap! Neymar Idamkan Pelatih Ini Untuk Gantikan Unai Emery di PSG)

Meskipun begitu, Drogba yakin Neymar akan membawa PSG juara Liga Champions.

"PSG ada di langkah yang benar untuk memenangi Liga Champions," ujar Drogba menambahkan.

Musim ini pemain berkebangsaan Brasil tersebut tampil gemilang bersama PSG. Neymar sudah mencetak 29 gol dan juga 19 assist dari 30 penampilannya sejak dibeli dari Barcelona pada musim panas 2017. (Sri Mulyati)

Sumber : bola.kompas.com
Blog, Updated at: Maret 22, 2018

0 komentar:

Posting Komentar