Didier Drogba Dukung Neymar Raih Ballon d'Or

MADRID, KOMPAS.com - Raksasa La Liga Spanyol, Real Madrid, bisa memperoleh keuntungan finansial yang sangat besar jika menjual tiga pilarnya pada akhir musim 2017-2018.
Real Madrid bahkan tidak perlu menjual megabintang mereka seperti Gareth Bale atau Cristiano Ronaldo untuk mendapatkan keuntungan. Pasalnya, harga pasar beberapa pemain mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari harga pembeliannya.
Dilansir BolaSport.com dari laman Football Observatory, berikut tiga pemain Real Madrid yang kemungkinan besar mampu mendatangkan banyak uang jika dijual pada akhir musim ini:
(Baca Juga: 6 Pemain Gratisan Eropa yang Harganya Kini Melonjak Lebih dari Rp 1,6 Triliun)
3. Toni Kroos (+ 53 juta euro)
GABRIEL BOUYS/AFP Gelandang Real Madrid, Toni Kroos (kiri), berduel dengan gelandang Paris Saint-Germain, Marco Verratti, dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, pada 14 Februari 2018.
Dibeli dari Bayern Muenchen dengan harga 25 juta euro, Toni Kroos makin matang pada musim keempatnya bersama Real Madrid.
Hingga pekan ke-29 Liga Spanyol, sang pemain sudah berkontribusi dalam 10 gol Real Madrid, dengan catatan empat gol dan enam assist.
Menjadi pilar penting di lapangan tengah Real Madrid, Kroos menjadi perhatian klub-klub besar seperti Manchester United dan Manchester City.
Jika dijual, klub peminat harus mengeluarkan biaya cukup besar karena diprediksi harga sang pemain mencapai 78 juta euro atau mencapai Rp 1,32 triliun.
2. Marco Asensio (+ 56 juta euro)
Twitter @RealMadrid Marco Asensio membalas dukungan suporter Real Madrid seusai mencetak gol ke gawang Las Palmas pada pertandingan La Liga di Stadion Santiago Bernabeu, Minggu (5/11/2017).
Pemain yang digadang-gadang bisa menjadi suksesor Cristiano Ronaldo ini didatangkan Real Madrid dari Espanyol pada musim lalu.
Musim ini, sang pemain berhasil mencetak enam gol dari 24 penampilannya di Liga Spanyol, dua kali lipat dari musim pertamanya berseragam Los Blacos.
Kini, pemain yang dibeli dengan harga "hanya" 4 juta euro ini memiliki harga pasar yang melambung tinggi.
Sama-sama diincar duo Manchester, Asensio diperkirakan memiliki harga pasar mencapai 60 juta euro atau lebih dari Rp 1 triliun.
1. Casemiro (+ 59 juta euro)
CURTO DE LA TORRE/AFP Casemiro menyambut bola saat Real Madrid melawan Atletico Madrid pada partai lanjutan La Liga - kasta teratas Liga Spanyol - di Stadion Santiago Bernabeu, 6 April 2017.
Nama pemain Real Madrid dengan kenaikan harga pasar termahal versi Football Observatory dipegang oleh gelandang bertahan, Casemiro.
Dibeli dengan harga 8 juta euro dari Sao Paulo, pemain yang sempat dipinjamkan ke FC Porto ini menjadi pilar andalan Real Madrid saat ini.
Sebagai gelandang bertahan, Casemiro mampu membukukan lima gol dalam 30 pertandingan dalam ajang Liga Spanyol dan Liga Champions.
Kini, Casemiro diprediksi memiliki harga pasar yang cukup tinggi mencapai 67 juta euro atau lebih dari Rp 1,13 triliun. (Aditya Fahmi Nurwahid)
Harga pemain sepak bola kini sudah mencapai tingkat tertinggi. . Beberapa pemain Eropa bahkan didapatkan tanpa membayar, lalu kini memiliki harga pasar yang melambung jauh. . Berikut adalah daftar 6 besar pemain yang didapatkan oleh klub secara gratis, baik melalui akademi atau bebas transfer. . Ada Idola Kalian? #lionelmessi #harrykane #marcusrashford #lorenzoinsigne #robertlewandowski #saulniguez #tottenhamhotspur #barcelona #manchesterunited #napoli #bayernmuenchen #atleticomadrid
A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on Mar 21, 2018 at 5:08pm PDT
KOMPAS.com - Penyerang Atletico Madrid, Diego Costa, mengomentari masa depan rekan satu timnya, Antoine Griezmann. Dia berharap pemain internasional Perancis itu bertahan.
Atletico santer diberitakan akan kehilangan Greizmann yang akan pundah ke Barcelona pada musim depan. Sebagai ganti, kubu Los Rojiblancos ditengarai akan mendatangkan penyerang Juventus, Paulo Dybala.
(Baca Juga: Inilah 10 Raja Gocek Eropa, Tak Ada Nama Cristiano Ronaldo!)
Costa mengatakan bahwa dirinya tidak tahu mengenai kabar tentang Dybala. Penyerang internasional Spanyol ini pun berharap Griezmann tidak meninggalkan Wanda Metropolitano.
"Dia adalah pemain hebat dan Atletico Madrid selalu ingin menandatangani pemain terbaik," ujar Costa dilansir BolaSport.com dari Calciomercato.
"Antoine Griezmann sangat penting bagi kami, saya harap dia akan berada di klub pada musim panas ini," tambah Costa.
(Baca Juga : Lionel Messi Catatkan Gol Ke-100 di Liga Champions saat Barcelona Singkirkan Chelsea)
"Saya akan senang jika dia tetap tinggal. Dia menelepon saya beberapa bulan yang lalu mencoba meyakinkan saya untuk kembali ke Atletico, sekarang dia tidak bisa meninggalkan saya sendiri."
Griezmann bergabung dengan Atletico dari Real Sociedad pada Juli 2014. Musim ini, penyerang berusia 27 tahun tersebut memberikan kontribusi 23 gol dan 13 assist dari total 38 penampilan bersama Los Rojiblancos. Secara keseluruhan, Griezmann sudah terlibat dalam 198 laga kompetitif yang dilakoni Atletico dan menghasilkan 106 gol serta 38 assist. (Putra Rusdi Kurniawan)
KOMPAS.com - Rumor megabintang timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, akan meninggalkan Real Madrid terus berembus. Ini membuat Presiden Real Madrid, Florentino Perez, harus berulang kali memberikan tanggapan dan dia menegaskan bahwa Ronaldo tidak akan pergi.
Dikutip BolaSport.com dari laman BeinSports, Ronaldo memang tengah dikaitkan dengan kemungkinan pindah ke China. Spekulasi kepindahan mantan winger Manchester United ini berembus setelah mantan pelatih Portugal, Luiz Felipe Scolari, angkat bicara.
(Baca Juga: Timnas Italia Krisis Sosok Pelatih Berkualitas)
Scolari yang kini melatih Guangzhou Evergrande mengungkapkan bahwa sang peraih lima gelar Ballon d'Or tersebut sering bertanya tentang kehidupan di China. Mantan pelatih timnas Brasil dan Portugal ini pun berharap Ronaldo mencoba sepak bola di negara tersebut bila ada kesempatan.
Memang, dalam beberapa waktu terakhir, Liga Super China menyedot perhatian dunia. Klub-klub kasta tertinggi sepak bola di Negeri Tirai Bambu tersebut mendatangkan sejumlah bintang Liga Eropa.
Nama-nama seperti Graziano Pelle, Ramires, Oscar, hingga pemain yang sempat memiliki gaji tertinggi dunia, Carlos Tevez, berhasil didaratkan guna memeriahkan Liga Super China.
Terkait hal tersebut, Perez memberikan pernyataan. Dia menepis spekulasi Ronaldo akan meninggalkan Santiago Bernabeu untuk mengikuti jejak sejumlah pemain top Eropa yang merumput di China.
(Baca Juga:Sejarah Baru, Marcus/Kevin Jadi Ganda Putra Pertama di Dunia yang Sukses Raih 100.000 Poin Kemenangan Pada Peringkat BWF)
"Dia tak meminta untuk pergi, dia masih memiliki kontrak hingga 2021," ucap Perez.
Terlepas dari isu tersebut, performa Ronaldo pada paruh kedua musim ini sedang menanjak. Sejak pergantian tahun, Ronaldo sudah mencetak 18 gol sehingga dia mengoleksi total 37 gol dari 35 laga yang dia lakoni bersama Real Madrid dalam berbagai kompetisi.
Terbaru, Ronaldo membuat quat-trick alias empat gol ketika Los Blancos menang 6-3 atas Girona dalam lanjutan Liga Spanyol pada akhir pekan lalu. Ini membuat Ronaldo naik ke peringkat kedua daftar sementara top scorer Liga Spanyol, hanya tertinggal tiga gol dari penyerang Barcelona, Lionel Messi, di posisi teratas. (Ahmad Tsalis Fahrurrozi)
KOMPAS.com - Penyerang Inter Milan, Mauro Icardi, yakin akan kembali dipanggil bergabung dengan timnas Argentina dalam ajang internasional. Diakuinya, dia ditinggal karena baru pulih dari cedera.
Icardi tidak dipanggil oleh pelatih timnas Argentina, Jorge Sampaoli, untuk menghadapi laga uji coba kontra Italia (23/3/2018) dan Spanyol (27/3/2018). Hal ini tentu saja membuat Icardi gagal menambah jumlah penampilan bersama Albiceleste.
(Baca Juga: Mauro Icardi Juga Catat Rekor Genap 100 Gol untuk Inter Milan)
Meski menjadi kapten dan mesin gol di Inter, nyatanya pelatih timnas Argentina mengabaikan kemampuan pemain 25 tahun itu. Sejak 2013, Icardi hanya bermain sebanyak empat kali di timnas Argentina dan belum mencetak satu gol pun.
Meski kembali dicampakkan, Icardi yakin bahwa dalam laga berikutnya dirinya akan dipanggil oleh Sampaoli.
"Saya berbicara dengan Sampaoli. Saya tahu bahwa saya akan ditinggalkan oleh skuad Argentina," kata Icardi dikutip BolaSport.com dari Football Argentina.
(Baca Juga: Musuh Terbesar Manchester City dan Liverpool Terungkap, Manchester United Tak ada Apa-apanya!)
"Saya cedera dalam empat pertandingan dan itulah satu-satunya alasan mengapa pemain lain dipilih," ucap sang pemain menambahkan.
Sampaoli lebih memilih empat penyerang yang merumput di Eropa, Lionel Messi, Sergio Aguero, Gonzalo Higuain dan Angel Correa, untuk dua laga uji coba nanti. Sang pelatih juga memanggil dua pemain Liga Argentina, Christian Pavon dan Lautaro Martinez, untuk mengisi lini depan ketimbang Icardi. (Putra Rusdi Kurniawan)
KOMPAS.com - Timnas U-23 Indonesia sukses mengalahkan tuan rumah timnas U-23 Singapura dalam laga persahabatan di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (21/3/2018). Tim asuhan Luis Milla itu menang telak dengan skor 3-0 melawan Young Lion.
Gol pertama Indonesia dicetak oleh Febri Hariyadi pada menit ke-44. Setelah itu, dua gol skuad Garuda Muda dicetak lewat kaki Muhammad Hargianto dan Septian David Maulana pada babak kedua.
(Baca Juga: Bantai Singapura 3-0, Indonesia Justru Terima Kerugian Besar)
Pascalaga, pelatih timnas U-23 Singapura, Fandi Ahmad, memberikan pujian mengejutkan soal gaya bermain Garuda Muda.
"Saya menyukai cara timnas U-23 Singapura bertanding meskipun kami kalah. Namun Indonesia penuh dengan teknik, skill dan power. Mereka berada dalam level yang berbeda (dengan Singapura) dan kami butuh banyak untuk bisa mengejar mereka," ucap Fandy Ahmad sebagaimana dikutip Bolasport.com dari Straittimes.
(Baca Juga: Terpopuler OLE - Pemain Muda Indonesia yang Berlatih di West Ham hingga Media Ghana yang Turut Beritakan Michael Essien Seperti Ini)
Fandi juga mengatakan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan kekalahan Singapura adalah ketiadaan playmaker. Sang Pelatih juga mengatakan bahwa fokus timnas Singapura saat ini adalah meningkatkan kemampuan di berbagai area sambil berusaha tak melewatkan satu pun training session. (Nina Andrianti Loasana)
KOMPAS.com - Penyerang Liverpool FC, Mohamed Salah, sukses menjadi pemain pertama yang mampu mencetak lebih dari 30 gol dalam satu musim setelah Luis Suarez pada 2013-2014.
Salah, yang diboyong Liverpool dari AS Roma pada awal musim 2017-2018, langsung menjadi sebuah fenomena. Secara mengejutkan, Salah langsung nyetel dengan rekan satu timnya dan mampu mencetak 36 gol dan 12 assist dalam 41 laga di semua ajang bersama Liverpool.
(Baca Juga: Incaran Arsenal dan Tottenham Ini Secara Gamblang Siap Tinggalkan Bordeaux)
Pada saat yang sama, jumlah tersebut telah melampaui torehan milik megabintang milik FC Barcelona, Lionel Messi, yang mencetak 35 gol dan 16 assist dalam 43 laga di semua ajang pada musim ini.
Ketajaman Salah ini seakan melepas kerinduan para fans Liverpool akan sosok Luis Suarez yang memilih hengkang ke Barcelona. Striker asal Uruguay itu dilepas Liverpool pada awal 2014-2015 seharga 81 juta euro (sekitar Rp 1,37 triliun) setelah sukses mencetak 31 gol dan 24 assist dari 37 laga di semua ajang.
Kondisi ini membuat banyak pihak yang mencoba membandingkan performa yang pernah disuguhkan Suarez dengan Salah saat ini.
Setelah kapten Jordan Henderson mengaku tidak bisa membedakan kedua pemain tersebut, kini giliran legenda The Reds, Phil Thompson, mencoba membandingkan permainan Suarez dan Salah.
(Baca Juga: Incaran Arsenal dan Tottenham Ini Secara Gamblang Siap Tinggalkan Bordeaux)
"Hal yang paling dicintai semua orang tentang Suarez adalah intensitas dan betapa agresif permainannya. Sedangkan Mo Salah sangat intens dalam menekan lawan. Dia tidak seagresif Suarez," ucap Thompson seperti dikutip BolaSport.com dari Sky Sports.
"Namun mereka berdua sama bagusnya, jika tidak lebih baik, terutama karena ini adalah musim pertama Salah di Liverpool, sedangkan Suarez telah melewati beberapa musim sebelum tampil sangat subur," tuturnya.
Torehan 36 gol tersebut membuat Salah sukses melangkahi raihan Fernando Torres sebagai debutan tersubur sepanjang sejarah Liverpool. Kini, Salah hanya berjarak 11 gol dari legenda Liverpool, Ian Rush, sebagai pemiliki lesatan paling banyak untuk Liverpool dalam satu musim dengan 47 gol pada musim 1983-1984.
Dengan sisa tujuh laga Liga Inggris dan setidaknya dua pertandingan perempat final Liga Champions kontra Manchester City, Salah memiliki peluang besar menambah pundi-pundi golnya untuk mengejar rekor milik Rush tersebut. (Verdi Hendrawan)
KOMPAS.com - Striker Inter Milan, Mauro Icardi, rupanya pernah menolak dua negara demi bisa membela timnas Argentina. Dia juga membahas terkait keinginan dirinya agar Lionel Messi bergabung dengan I Nerazzurri.
Icardi lahir di Rosario, Argentina, 25 tahun silam sebelum pindah ke kepulauan Canaria di Spanyol pada usia sembilan tahun. Dia kemudian bermain di Italia sejak bergabung dengan Sampdoria pada umur 18 tahun.
(Baca Juga: Jose Mourinho Bikin Satu Gelandang Real Madrid Merasa Seperti Cristiano Ronaldo)
Kemudian, Icardi berseragam Inter Milan pada 2013. Bersama I Nerazzurri, cardi sukses menggelontorkan 100 gol dari 172 penampilan dalam berbagai ajang.
Sejarah tersebut membuat Icardi mempunyai pilihan untuk membela tiga tim nasional.
"Italia memanggil saya untuk memperkuat timnas U-21," kata Icardi seperti dikutip BolaSport.com dari media Italia, Rivista Undici.
"Saya kemudian berselisih dengan Sampdoria karena menolak permintaan itu. Saya menginginkan Argentina," ucap Icardi menambahkan.
Top scorer Liga Italia 2014-2015 dengan 22 gol ini pun menceritakan soal pendekatan dari Spanyol.
(Baca Juga: Dipanggil Timnas Inggris, Banyak Orang Tak Pernah Dengar Nama Pemain Ini)
"Spanyol juga mencoba. Mereka menghubungi ayah saya, tetapi saya selalu menginginkan Argentina dan saya mendapatkannya," ujar Icardi.
"Proses yang sulit. Namun, saya berhasil mencapai tujuan saya," tutur Icardi lagi.
Kapten Inter Milan ini lalu menyampaikan harapan agar megabintang FC Barcelona yang sekaligus kompatriotnya, Lionel Messi, berlabuh di Giuseppe Meazza. Namun, Icardi menyadari kecilnya peluang Messi meninggalkan Barcelona.
"Saya pikir bermain dengan pemain terbaik dunia di Inter merupakan sebuah impian. Saya tentu saja berbicara tentang Messi," kata Icardi.
"Namun, dia terikat kontrak dengan Barcelona dan saya pikir impian bermain bersama Messi di Inter nyaris mustahil," ucap Icardi melanjutkan.
Icardi dan Messi bahu-membahu mengantarkan Argentina lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Mereka bermain bersama dalam tiga pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Amerika Selatan saat Argentina menghadapi Uruguay (0-0), Venezuela (1-1) dan Ekuador (3-1). (Septian Tambunan)
KOMPAS.com - Legenda Liverpool FC, Phil Thompson, mengaku sangat yakin Mohamed Salah tidak akan pernah berani membayangkan bisa memiliki musim fantastis pada tahun pertamanya bersama The Reds.
Salah menjadi sebuah fenomena pada musim 2017-2018 karena mampu mencetak 36 gol dan memvbuat 12 assist dalam 41 laga di semua ajang bersama Liverpool. Jumlah tersebut bahkan telah melampaui torehan milik megabintang FC Barcelona, Lionel Messi, yang mencetak 35 gol dan 16 assist dalam 43 laga di semua ajang pada musim ini.
(Baca Juga: Pengakuan Alexis Sanchez soal Kendala di Manchester United)
Melihat torehan tersebut, Thompson percaya Salah sendiri terkejut melihat pencapaiannya yang sensasional. Padahal, ini merupakan musim debutnya di kasta tertinggi Liga Inggris.
Terlebih, pemain berusia 25 tahun itu pernah memiliki pengalaman pahit di Liga Inggris bersama Chelsea pada paruh kedua musim 2014-2015.
"Sebuah musim debut terbaik bagi Mohamed Salah dan apa yang berhasil dia lakukan sangat luar biasa. Ini pasti sebuah mimpi baginya dan saya dapat membayangkan bahwa dia sendiri hampir tidak bisa memahami apa yang sedang terjadi," ucap Thompson seperti dikutip BolaSport.com dari Sky Sports.
(Baca Juga: Incaran Arsenal dan Tottenham Ini Secara Gamblang Siap Tinggalkan Bordeaux)
"Dia datang dari Italia ke liga yang seharusnya lebih sulit dan mengandalkan fisik, tetapi dia justru mampu dengan mudah mengendalikannya," tuturnya.
Torehan 36 gol tersebut membuat Salah sukses melangkahi raihan Fernando Torres sebagai debutan tersubur sepanjang sejarah Liverpool. Kini, Salah hanya berjarak 11 gol dari legenda Liverpool, Ian Rush, sebagai pemiliki lesatan paling banyak untuk Liverpool dalam satu musim dengan 47 gol pada musim 1983-1984.
Dengan sisa tujuh laga di Liga Inggris dan setidaknya dua dalam laga perempat final Liga Champions kontra Manchester City, Salah memiliki peluang besar menambah pundi-pundi golnya untuk mengejar rekor milik Rush tersebut. (Verdi Hendrawan)
KOMPAS.com - Pelatih legendaris Italia yang kini membesut timnas China, Marcello Lippi, berbicara soal pelatih Wales, Ryan Giggs, yang akan ditemui dalam pertandingan persahabatan di Stadion Guangxi Sports Center, Kamis (22/3/2018).
Duel melawan China akan menjadi laga pertama Ryan Giggs sebagai pelatih Wales. Berbanding terbalik dengan Giggs, Lippi merupakan sosok yang sudah sangat berpengalaman di dunia kepelatihan.
(Baca Juga: Mauro Icardi Bicara Peluang Lionel Messi Gabung Inter Milan)
Timnas China menjadi tim ke-14 yang dipimpin Lippi. Namun, pria yang membawa Italia menjuarai Piala Dunia 2006 ini enggan memberikan masukan untuk Giggs.
"Saya merasa tidak harus memberikan saran apa pun untuk Ryan Giggs," kata Lippi seperti dikutip BolaSport.com dari BBC.
"Ryan mempunyai pelatih terbaik dalam diri Sir Alex Ferguson ketika dia bermain untuk Manchester United. Ryan hanya perlu melakukan apa yang dia pelajari dari Sir Alex," ucap Lippi lagi.
Allenatore berusia 69 tahun ini pun mengharapkan yang terbaik untuk karier Giggs.
(Baca Juga: 6 Playmaker Terbaik di Liga Inggris, Duo Manchester Bukan Nomor 1)
"Saya ingin bertemu Ryan Giggs karena saya ingat ketika masih melatih Juventus pada akhir 1990-an, kami sering bertarung di Liga Champions. Juventus sering sekali bertemu Man United," ujar Lippi.
"Ryan pemain yang luar biasa, sangat kuat, saya sangat menyukainya. Saya berharap dia juga bisa menjadi pelatih dengan sama baiknya. Saya mendoakan yang terbaik," tutur Lippi melanjutkan.
Saat masih aktif bermain, Giggs pernah memperkuat Man United dalam tujuh perjumpaan kontra Juventus era Lippi dalam ajang Liga Champions. Dalam periode tersebut, Giggs menyumbangkan empat gol untuk membantu Man United menorehkan tiga kemenangan. (Septian Tambunan)
KOMPAS.com - Penyerang anyar Manchester United, Alexis Sanchez, mengakui bahwa dirinya belum bisa memberikan kontribusi yang sesuai dengan harapan sejak bergabung dari Arsenal.
Sejak didatangkan pada 22 Januari 2018, Sanchez belum mampu menunjukkan kebolehannya di atas lapangan bersama Man United, seperti apa yang dia lakukan bersama Arsenal. Dalam 10 laga yang dia lakoni bersama The Red Devils pada semua kompetisi, Sanchez baru menyumbangkan satu gol.
Gol tersebut dicetak Sanchez melalui bola muntah hasil eksekusi penalti yang gagal dia lakukan dengan sempurna ke gawang Huddersfield Town pada laga pekan ke-26 Liga Inggris di Stadion Old Trafford.
(Baca Juga: Dipanggil Timnas Inggris, Banyak Orang Tak Pernah Dengar Nama Pemain Ini)
Selain satu gol tersebut, Sanchez baru bisa membuat dua assist untuk Man United.
Raihan Sanchez tersebut tentu sangat mengecewakan bagi Man United yang berharap pemain berusia 29 tahun tersebut bisa menjadi sumber gol dan pelayan yang baik bagi striker Romelu Lukaku.
Sanchez mengaku bahwa dirinya sudah berusaha maksimal untuk tampil bagus sesuai dengan harapan klub. Namun, proses adaptasi dan perubahan gaya bermain menjadi kesulitan tersendiri bagi dirinya untuk bisa memberikan kontribusi besar.
(Baca Juga: Incaran Arsenal dan Tottenham Ini Secara Gamblang Siap Tinggalkan Bordeaux)
"Saya adalah pemain yang menuntut banyak dari diri sendiri dan semua berharap bisa terus menjadi pemain yang lebih bagus. Sejak bergabung ke Manchester United, sangat sulit untuk mengubah segalanya dengan sangat cepat," ucap Sanchez seperti dikutip BolaSport.com dari Sky Sports.
"Pergantian klub ini adalah sesuatu yang terbilang sangat mendadak. Ini adalah kali pertama bagi saya berganti klub pada Januari. Hal ini sangat menyulitkan bagi saya," tutur sang pemain menambahkan.
Kini, Sanchez masih memiliki delapan kesempatan bersama Man United di Liga Inggris dari setidaknya satu di Piala FA untuk menunjukkan kualitas terbaik yang dimilikinya. (Verdi Hendrawan)
PADANG, KOMPAS.com - Semen Padang memberikan poin khusus di dalam kontrak Rachmat Afandi karena sang pemain memiliki riwayat cedera. Jika mengalami cedera parah di tengah kompetisi, Rachmat Afandi bersedia dilepas tanpa kompensasi.
“Saya juga mendengar kabar cederanya (Rachmat Afandi). Namun dirinya mengatakan akan memberi garansi bagi Semen Padang dalam salah satu butir kontraknya jika mengalami cederah parah di tengah kompetisi, siap dilepas tanpa kompensasi,” ujar pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli, Rabu (21/3/2018).
(Baca Juga: Dipanggil Timnas Inggris, Banyak Orang Tak Pernah Dengar Nama Pemain Ini)
Rachmat Afandi, mantan striker Persija Jakarta, sudah menjalani latihan bersama Semen Padang dan mengikuti laga uji coba melawan PPLP Sumbar di Stadion H Agus Salim Padang, Rabu (21/3/2018).
Dalam laga yang berakhir dengan skor 5-0 untuk Semen Padang tersebut, Rachmat Afandi hanya tampil 20 menit. Dia mencetak satu gol dan menyumbang satu assist.
“Dari penampilannya itu saya lihat kualitasnya memang bagus. Gerakan, penempatan diri, penyelesaian akhir dan pengalamannya sudah matang. Hal itu yang memang kami inginkan,” beber Syafrianto lagi.
(Baca Juga: Incaran Arsenal dan Tottenham Ini Secara Gamblang Siap Tinggalkan Bordeaux)
Namun Syafrianto menilai masih terdapat beberapa kekurangan pada diri Rachmat Affandi.
“Kami mengharapkan Rachmat Afandi dapat bermain full nantinya. Namun kami lihat dulu kemampuannya selama seminggu ini,” bebernya lagi.
Sementara itu, manager Semen Padang Win Bernadino mengatakan, dari hasil cek kesehatan yang dilakukan kepada Rachmat Afandi tidak ada masalah.
“Mengenai berita riwayat cedera tersebut kami belum melakukan pengecekan ke klub-klub sebelumnya. Namun dari beberapa hasil tes kesehatan hasilnya bagus,” sebut Win.
KOMPAS.com – Bhayangkara FC enggan mematok target muluk pada Liga 1 musim 2018. Kehilangan banyak pemain andalan menjadi alasan.
Klub berjulukan The Guardian besutan Simon McMenemy ini berstatus juara bertahan. Namun mereka ditinggalkan sejumlah pemain pilar pada akhir musim lalu. Striker Ilija Spasojevic pindah ke Bali United serta Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armayn hengkang ke Liga Malaysia.
(Baca Juga: Incaran Arsenal dan Tottenham Ini Secara Gamblang Siap Tinggalkan Bordeaux)
"Bicara target, kami targetkan papan atas pada akhir musim, syukur-syukur bila nanti mampu mempertahankan gelar,” ucap manajer Bhayangkara FC AKBP Sumardji saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (21/3/2018).
Sumardji bersikap realitis, terlebih beberapa kontestan Liga 1 terus berusaha meningkatkan kekuatan guna bersaing menjadi juara. Bali United, Persija Jakarta, PSM Makassar, Persib Bandung, Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura patut diperhitungkan.
“Tetapi kami tidak minder, kami tetap akan berusaha bersaing memperebutkan gelar. Meski tampak berat, saya percaya kami akan mampu asal semua elemen tim mau kerja keras,” ujar dia.
(Baca Juga: Dipanggil Timnas Inggris, Banyak Orang Tak Pernah Dengar Nama Pemain Ini)
Sumardji tak memungkiri bahwa manajemen Bhayangkara FC ingin tim berlaga pada kompetisi level Asia pada musim mendatang.
“Pelan-pelan kami akan lihat peluang itu (berlaga di Asia) sambil jalan. Jangan muluk-muluk dulu, realistis saja sambil evaluasi setiap pertandingan yang dijalani,” tutur Sumardji.
Bhayangkara FC sebenarnya berhak menjadi wakil Indonesia di level Asia pada musim ini. Urusan administrasi tim menjadi kendala sehingga jatah berlaga di kancah Asia diberikan kepada Bali United (runner-up musim lalu) dan Persija Jakarta (peringkat ketiga).
KOMPAS.com - Ambisi penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Neymar, untuk mendapat gelar pemain terbaik dunia atau Ballon d'Or mendapat dukungan dari legenda Chelsea, Didier Drogba.
Perbutan gelar pemain terbaik dunia selama satu dekade terakhir hanya dikuasai oleh Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
(Baca Juga: Akankah Xabi Alonso Menjadi Pelatih Bayern Muenchen Selanjutnya?)
Melihat persaingan yang membosankan itu, Drogba mendukung Neymar agar bisa merusak dominasi Messi dan Ronaldo.
"Neymar punya kualitas dan determinasi untuk memenangkan Ballon d'Or bersama PSG," kata Drogba dikutip dari Bolasport.com yang melansirnya dari Bleacher Report.
Keinginan Neymar tidak akan terwujud tahun ini. Pasalnya, dia gagal membawa PSG meraih gelar juara Liga Champions dan masih dalam pemulihan cedera patah tulang metatarsal.
(Baca Juga: Terungkap! Neymar Idamkan Pelatih Ini Untuk Gantikan Unai Emery di PSG)
Meskipun begitu, Drogba yakin Neymar akan membawa PSG juara Liga Champions.
"PSG ada di langkah yang benar untuk memenangi Liga Champions," ujar Drogba menambahkan.
Musim ini pemain berkebangsaan Brasil tersebut tampil gemilang bersama PSG. Neymar sudah mencetak 29 gol dan juga 19 assist dari 30 penampilannya sejak dibeli dari Barcelona pada musim panas 2017. (Sri Mulyati)

0 komentar:
Posting Komentar