Didier Drogba Dukung Neymar Raih Ballon d'Or

KOMPAS.com - Penyerang Inter Milan, Mauro Icardi, yakin akan kembali dipanggil bergabung dengan timnas Argentina dalam ajang internasional. Diakuinya, dia ditinggal karena baru pulih dari cedera.
Icardi tidak dipanggil oleh pelatih timnas Argentina, Jorge Sampaoli, untuk menghadapi laga uji coba kontra Italia (23/3/2018) dan Spanyol (27/3/2018). Hal ini tentu saja membuat Icardi gagal menambah jumlah penampilan bersama Albiceleste.
(Baca Juga: Mauro Icardi Juga Catat Rekor Genap 100 Gol untuk Inter Milan)
Meski menjadi kapten dan mesin gol di Inter, nyatanya pelatih timnas Argentina mengabaikan kemampuan pemain 25 tahun itu. Sejak 2013, Icardi hanya bermain sebanyak empat kali di timnas Argentina dan belum mencetak satu gol pun.
Meski kembali dicampakkan, Icardi yakin bahwa dalam laga berikutnya dirinya akan dipanggil oleh Sampaoli.
"Saya berbicara dengan Sampaoli. Saya tahu bahwa saya akan ditinggalkan oleh skuad Argentina," kata Icardi dikutip BolaSport.com dari Football Argentina.
(Baca Juga: Musuh Terbesar Manchester City dan Liverpool Terungkap, Manchester United Tak ada Apa-apanya!)
"Saya cedera dalam empat pertandingan dan itulah satu-satunya alasan mengapa pemain lain dipilih," ucap sang pemain menambahkan.
Sampaoli lebih memilih empat penyerang yang merumput di Eropa, Lionel Messi, Sergio Aguero, Gonzalo Higuain dan Angel Correa, untuk dua laga uji coba nanti. Sang pelatih juga memanggil dua pemain Liga Argentina, Christian Pavon dan Lautaro Martinez, untuk mengisi lini depan ketimbang Icardi. (Putra Rusdi Kurniawan)
KOMPAS.com - Timnas U-23 Indonesia sukses mengalahkan tuan rumah timnas U-23 Singapura dalam laga persahabatan di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (21/3/2018). Tim asuhan Luis Milla itu menang telak dengan skor 3-0 melawan Young Lion.
Gol pertama Indonesia dicetak oleh Febri Hariyadi pada menit ke-44. Setelah itu, dua gol skuad Garuda Muda dicetak lewat kaki Muhammad Hargianto dan Septian David Maulana pada babak kedua.
(Baca Juga: Bantai Singapura 3-0, Indonesia Justru Terima Kerugian Besar)
Pascalaga, pelatih timnas U-23 Singapura, Fandi Ahmad, memberikan pujian mengejutkan soal gaya bermain Garuda Muda.
"Saya menyukai cara timnas U-23 Singapura bertanding meskipun kami kalah. Namun Indonesia penuh dengan teknik, skill dan power. Mereka berada dalam level yang berbeda (dengan Singapura) dan kami butuh banyak untuk bisa mengejar mereka," ucap Fandy Ahmad sebagaimana dikutip Bolasport.com dari Straittimes.
(Baca Juga: Terpopuler OLE - Pemain Muda Indonesia yang Berlatih di West Ham hingga Media Ghana yang Turut Beritakan Michael Essien Seperti Ini)
Fandi juga mengatakan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan kekalahan Singapura adalah ketiadaan playmaker. Sang Pelatih juga mengatakan bahwa fokus timnas Singapura saat ini adalah meningkatkan kemampuan di berbagai area sambil berusaha tak melewatkan satu pun training session. (Nina Andrianti Loasana)
KOMPAS.com - Penyerang Liverpool FC, Mohamed Salah, sukses menjadi pemain pertama yang mampu mencetak lebih dari 30 gol dalam satu musim setelah Luis Suarez pada 2013-2014.
Salah, yang diboyong Liverpool dari AS Roma pada awal musim 2017-2018, langsung menjadi sebuah fenomena. Secara mengejutkan, Salah langsung nyetel dengan rekan satu timnya dan mampu mencetak 36 gol dan 12 assist dalam 41 laga di semua ajang bersama Liverpool.
(Baca Juga: Incaran Arsenal dan Tottenham Ini Secara Gamblang Siap Tinggalkan Bordeaux)
Pada saat yang sama, jumlah tersebut telah melampaui torehan milik megabintang milik FC Barcelona, Lionel Messi, yang mencetak 35 gol dan 16 assist dalam 43 laga di semua ajang pada musim ini.
Ketajaman Salah ini seakan melepas kerinduan para fans Liverpool akan sosok Luis Suarez yang memilih hengkang ke Barcelona. Striker asal Uruguay itu dilepas Liverpool pada awal 2014-2015 seharga 81 juta euro (sekitar Rp 1,37 triliun) setelah sukses mencetak 31 gol dan 24 assist dari 37 laga di semua ajang.
Kondisi ini membuat banyak pihak yang mencoba membandingkan performa yang pernah disuguhkan Suarez dengan Salah saat ini.
Setelah kapten Jordan Henderson mengaku tidak bisa membedakan kedua pemain tersebut, kini giliran legenda The Reds, Phil Thompson, mencoba membandingkan permainan Suarez dan Salah.
(Baca Juga: Incaran Arsenal dan Tottenham Ini Secara Gamblang Siap Tinggalkan Bordeaux)
"Hal yang paling dicintai semua orang tentang Suarez adalah intensitas dan betapa agresif permainannya. Sedangkan Mo Salah sangat intens dalam menekan lawan. Dia tidak seagresif Suarez," ucap Thompson seperti dikutip BolaSport.com dari Sky Sports.
"Namun mereka berdua sama bagusnya, jika tidak lebih baik, terutama karena ini adalah musim pertama Salah di Liverpool, sedangkan Suarez telah melewati beberapa musim sebelum tampil sangat subur," tuturnya.
Torehan 36 gol tersebut membuat Salah sukses melangkahi raihan Fernando Torres sebagai debutan tersubur sepanjang sejarah Liverpool. Kini, Salah hanya berjarak 11 gol dari legenda Liverpool, Ian Rush, sebagai pemiliki lesatan paling banyak untuk Liverpool dalam satu musim dengan 47 gol pada musim 1983-1984.
Dengan sisa tujuh laga Liga Inggris dan setidaknya dua pertandingan perempat final Liga Champions kontra Manchester City, Salah memiliki peluang besar menambah pundi-pundi golnya untuk mengejar rekor milik Rush tersebut. (Verdi Hendrawan)
KOMPAS.com - Striker Inter Milan, Mauro Icardi, rupanya pernah menolak dua negara demi bisa membela timnas Argentina. Dia juga membahas terkait keinginan dirinya agar Lionel Messi bergabung dengan I Nerazzurri.
Icardi lahir di Rosario, Argentina, 25 tahun silam sebelum pindah ke kepulauan Canaria di Spanyol pada usia sembilan tahun. Dia kemudian bermain di Italia sejak bergabung dengan Sampdoria pada umur 18 tahun.
(Baca Juga: Jose Mourinho Bikin Satu Gelandang Real Madrid Merasa Seperti Cristiano Ronaldo)
Kemudian, Icardi berseragam Inter Milan pada 2013. Bersama I Nerazzurri, cardi sukses menggelontorkan 100 gol dari 172 penampilan dalam berbagai ajang.
Sejarah tersebut membuat Icardi mempunyai pilihan untuk membela tiga tim nasional.
"Italia memanggil saya untuk memperkuat timnas U-21," kata Icardi seperti dikutip BolaSport.com dari media Italia, Rivista Undici.
"Saya kemudian berselisih dengan Sampdoria karena menolak permintaan itu. Saya menginginkan Argentina," ucap Icardi menambahkan.
Top scorer Liga Italia 2014-2015 dengan 22 gol ini pun menceritakan soal pendekatan dari Spanyol.
(Baca Juga: Dipanggil Timnas Inggris, Banyak Orang Tak Pernah Dengar Nama Pemain Ini)
"Spanyol juga mencoba. Mereka menghubungi ayah saya, tetapi saya selalu menginginkan Argentina dan saya mendapatkannya," ujar Icardi.
"Proses yang sulit. Namun, saya berhasil mencapai tujuan saya," tutur Icardi lagi.
Kapten Inter Milan ini lalu menyampaikan harapan agar megabintang FC Barcelona yang sekaligus kompatriotnya, Lionel Messi, berlabuh di Giuseppe Meazza. Namun, Icardi menyadari kecilnya peluang Messi meninggalkan Barcelona.
"Saya pikir bermain dengan pemain terbaik dunia di Inter merupakan sebuah impian. Saya tentu saja berbicara tentang Messi," kata Icardi.
"Namun, dia terikat kontrak dengan Barcelona dan saya pikir impian bermain bersama Messi di Inter nyaris mustahil," ucap Icardi melanjutkan.
Icardi dan Messi bahu-membahu mengantarkan Argentina lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Mereka bermain bersama dalam tiga pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Amerika Selatan saat Argentina menghadapi Uruguay (0-0), Venezuela (1-1) dan Ekuador (3-1). (Septian Tambunan)
KOMPAS.com - Legenda Liverpool FC, Phil Thompson, mengaku sangat yakin Mohamed Salah tidak akan pernah berani membayangkan bisa memiliki musim fantastis pada tahun pertamanya bersama The Reds.
Salah menjadi sebuah fenomena pada musim 2017-2018 karena mampu mencetak 36 gol dan memvbuat 12 assist dalam 41 laga di semua ajang bersama Liverpool. Jumlah tersebut bahkan telah melampaui torehan milik megabintang FC Barcelona, Lionel Messi, yang mencetak 35 gol dan 16 assist dalam 43 laga di semua ajang pada musim ini.
(Baca Juga: Pengakuan Alexis Sanchez soal Kendala di Manchester United)
Melihat torehan tersebut, Thompson percaya Salah sendiri terkejut melihat pencapaiannya yang sensasional. Padahal, ini merupakan musim debutnya di kasta tertinggi Liga Inggris.
Terlebih, pemain berusia 25 tahun itu pernah memiliki pengalaman pahit di Liga Inggris bersama Chelsea pada paruh kedua musim 2014-2015.
"Sebuah musim debut terbaik bagi Mohamed Salah dan apa yang berhasil dia lakukan sangat luar biasa. Ini pasti sebuah mimpi baginya dan saya dapat membayangkan bahwa dia sendiri hampir tidak bisa memahami apa yang sedang terjadi," ucap Thompson seperti dikutip BolaSport.com dari Sky Sports.
(Baca Juga: Incaran Arsenal dan Tottenham Ini Secara Gamblang Siap Tinggalkan Bordeaux)
"Dia datang dari Italia ke liga yang seharusnya lebih sulit dan mengandalkan fisik, tetapi dia justru mampu dengan mudah mengendalikannya," tuturnya.
Torehan 36 gol tersebut membuat Salah sukses melangkahi raihan Fernando Torres sebagai debutan tersubur sepanjang sejarah Liverpool. Kini, Salah hanya berjarak 11 gol dari legenda Liverpool, Ian Rush, sebagai pemiliki lesatan paling banyak untuk Liverpool dalam satu musim dengan 47 gol pada musim 1983-1984.
Dengan sisa tujuh laga di Liga Inggris dan setidaknya dua dalam laga perempat final Liga Champions kontra Manchester City, Salah memiliki peluang besar menambah pundi-pundi golnya untuk mengejar rekor milik Rush tersebut. (Verdi Hendrawan)
KOMPAS.com - Pelatih legendaris Italia yang kini membesut timnas China, Marcello Lippi, berbicara soal pelatih Wales, Ryan Giggs, yang akan ditemui dalam pertandingan persahabatan di Stadion Guangxi Sports Center, Kamis (22/3/2018).
Duel melawan China akan menjadi laga pertama Ryan Giggs sebagai pelatih Wales. Berbanding terbalik dengan Giggs, Lippi merupakan sosok yang sudah sangat berpengalaman di dunia kepelatihan.
(Baca Juga: Mauro Icardi Bicara Peluang Lionel Messi Gabung Inter Milan)
Timnas China menjadi tim ke-14 yang dipimpin Lippi. Namun, pria yang membawa Italia menjuarai Piala Dunia 2006 ini enggan memberikan masukan untuk Giggs.
"Saya merasa tidak harus memberikan saran apa pun untuk Ryan Giggs," kata Lippi seperti dikutip BolaSport.com dari BBC.
"Ryan mempunyai pelatih terbaik dalam diri Sir Alex Ferguson ketika dia bermain untuk Manchester United. Ryan hanya perlu melakukan apa yang dia pelajari dari Sir Alex," ucap Lippi lagi.
Allenatore berusia 69 tahun ini pun mengharapkan yang terbaik untuk karier Giggs.
(Baca Juga: 6 Playmaker Terbaik di Liga Inggris, Duo Manchester Bukan Nomor 1)
"Saya ingin bertemu Ryan Giggs karena saya ingat ketika masih melatih Juventus pada akhir 1990-an, kami sering bertarung di Liga Champions. Juventus sering sekali bertemu Man United," ujar Lippi.
"Ryan pemain yang luar biasa, sangat kuat, saya sangat menyukainya. Saya berharap dia juga bisa menjadi pelatih dengan sama baiknya. Saya mendoakan yang terbaik," tutur Lippi melanjutkan.
Saat masih aktif bermain, Giggs pernah memperkuat Man United dalam tujuh perjumpaan kontra Juventus era Lippi dalam ajang Liga Champions. Dalam periode tersebut, Giggs menyumbangkan empat gol untuk membantu Man United menorehkan tiga kemenangan. (Septian Tambunan)
KOMPAS.com - Penyerang anyar Manchester United, Alexis Sanchez, mengakui bahwa dirinya belum bisa memberikan kontribusi yang sesuai dengan harapan sejak bergabung dari Arsenal.
Sejak didatangkan pada 22 Januari 2018, Sanchez belum mampu menunjukkan kebolehannya di atas lapangan bersama Man United, seperti apa yang dia lakukan bersama Arsenal. Dalam 10 laga yang dia lakoni bersama The Red Devils pada semua kompetisi, Sanchez baru menyumbangkan satu gol.
Gol tersebut dicetak Sanchez melalui bola muntah hasil eksekusi penalti yang gagal dia lakukan dengan sempurna ke gawang Huddersfield Town pada laga pekan ke-26 Liga Inggris di Stadion Old Trafford.
(Baca Juga: Dipanggil Timnas Inggris, Banyak Orang Tak Pernah Dengar Nama Pemain Ini)
Selain satu gol tersebut, Sanchez baru bisa membuat dua assist untuk Man United.
Raihan Sanchez tersebut tentu sangat mengecewakan bagi Man United yang berharap pemain berusia 29 tahun tersebut bisa menjadi sumber gol dan pelayan yang baik bagi striker Romelu Lukaku.
Sanchez mengaku bahwa dirinya sudah berusaha maksimal untuk tampil bagus sesuai dengan harapan klub. Namun, proses adaptasi dan perubahan gaya bermain menjadi kesulitan tersendiri bagi dirinya untuk bisa memberikan kontribusi besar.
(Baca Juga: Incaran Arsenal dan Tottenham Ini Secara Gamblang Siap Tinggalkan Bordeaux)
"Saya adalah pemain yang menuntut banyak dari diri sendiri dan semua berharap bisa terus menjadi pemain yang lebih bagus. Sejak bergabung ke Manchester United, sangat sulit untuk mengubah segalanya dengan sangat cepat," ucap Sanchez seperti dikutip BolaSport.com dari Sky Sports.
"Pergantian klub ini adalah sesuatu yang terbilang sangat mendadak. Ini adalah kali pertama bagi saya berganti klub pada Januari. Hal ini sangat menyulitkan bagi saya," tutur sang pemain menambahkan.
Kini, Sanchez masih memiliki delapan kesempatan bersama Man United di Liga Inggris dari setidaknya satu di Piala FA untuk menunjukkan kualitas terbaik yang dimilikinya. (Verdi Hendrawan)
PADANG, KOMPAS.com - Semen Padang memberikan poin khusus di dalam kontrak Rachmat Afandi karena sang pemain memiliki riwayat cedera. Jika mengalami cedera parah di tengah kompetisi, Rachmat Afandi bersedia dilepas tanpa kompensasi.
“Saya juga mendengar kabar cederanya (Rachmat Afandi). Namun dirinya mengatakan akan memberi garansi bagi Semen Padang dalam salah satu butir kontraknya jika mengalami cederah parah di tengah kompetisi, siap dilepas tanpa kompensasi,” ujar pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli, Rabu (21/3/2018).
(Baca Juga: Dipanggil Timnas Inggris, Banyak Orang Tak Pernah Dengar Nama Pemain Ini)
Rachmat Afandi, mantan striker Persija Jakarta, sudah menjalani latihan bersama Semen Padang dan mengikuti laga uji coba melawan PPLP Sumbar di Stadion H Agus Salim Padang, Rabu (21/3/2018).
Dalam laga yang berakhir dengan skor 5-0 untuk Semen Padang tersebut, Rachmat Afandi hanya tampil 20 menit. Dia mencetak satu gol dan menyumbang satu assist.
“Dari penampilannya itu saya lihat kualitasnya memang bagus. Gerakan, penempatan diri, penyelesaian akhir dan pengalamannya sudah matang. Hal itu yang memang kami inginkan,” beber Syafrianto lagi.
(Baca Juga: Incaran Arsenal dan Tottenham Ini Secara Gamblang Siap Tinggalkan Bordeaux)
Namun Syafrianto menilai masih terdapat beberapa kekurangan pada diri Rachmat Affandi.
“Kami mengharapkan Rachmat Afandi dapat bermain full nantinya. Namun kami lihat dulu kemampuannya selama seminggu ini,” bebernya lagi.
Sementara itu, manager Semen Padang Win Bernadino mengatakan, dari hasil cek kesehatan yang dilakukan kepada Rachmat Afandi tidak ada masalah.
“Mengenai berita riwayat cedera tersebut kami belum melakukan pengecekan ke klub-klub sebelumnya. Namun dari beberapa hasil tes kesehatan hasilnya bagus,” sebut Win.
KOMPAS.com – Bhayangkara FC enggan mematok target muluk pada Liga 1 musim 2018. Kehilangan banyak pemain andalan menjadi alasan.
Klub berjulukan The Guardian besutan Simon McMenemy ini berstatus juara bertahan. Namun mereka ditinggalkan sejumlah pemain pilar pada akhir musim lalu. Striker Ilija Spasojevic pindah ke Bali United serta Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armayn hengkang ke Liga Malaysia.
(Baca Juga: Incaran Arsenal dan Tottenham Ini Secara Gamblang Siap Tinggalkan Bordeaux)
"Bicara target, kami targetkan papan atas pada akhir musim, syukur-syukur bila nanti mampu mempertahankan gelar,” ucap manajer Bhayangkara FC AKBP Sumardji saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (21/3/2018).
Sumardji bersikap realitis, terlebih beberapa kontestan Liga 1 terus berusaha meningkatkan kekuatan guna bersaing menjadi juara. Bali United, Persija Jakarta, PSM Makassar, Persib Bandung, Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura patut diperhitungkan.
“Tetapi kami tidak minder, kami tetap akan berusaha bersaing memperebutkan gelar. Meski tampak berat, saya percaya kami akan mampu asal semua elemen tim mau kerja keras,” ujar dia.
(Baca Juga: Dipanggil Timnas Inggris, Banyak Orang Tak Pernah Dengar Nama Pemain Ini)
Sumardji tak memungkiri bahwa manajemen Bhayangkara FC ingin tim berlaga pada kompetisi level Asia pada musim mendatang.
“Pelan-pelan kami akan lihat peluang itu (berlaga di Asia) sambil jalan. Jangan muluk-muluk dulu, realistis saja sambil evaluasi setiap pertandingan yang dijalani,” tutur Sumardji.
Bhayangkara FC sebenarnya berhak menjadi wakil Indonesia di level Asia pada musim ini. Urusan administrasi tim menjadi kendala sehingga jatah berlaga di kancah Asia diberikan kepada Bali United (runner-up musim lalu) dan Persija Jakarta (peringkat ketiga).
KOMPAS.com - Ambisi penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Neymar, untuk mendapat gelar pemain terbaik dunia atau Ballon d'Or mendapat dukungan dari legenda Chelsea, Didier Drogba.
Perbutan gelar pemain terbaik dunia selama satu dekade terakhir hanya dikuasai oleh Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
(Baca Juga: Akankah Xabi Alonso Menjadi Pelatih Bayern Muenchen Selanjutnya?)
Melihat persaingan yang membosankan itu, Drogba mendukung Neymar agar bisa merusak dominasi Messi dan Ronaldo.
"Neymar punya kualitas dan determinasi untuk memenangkan Ballon d'Or bersama PSG," kata Drogba dikutip dari Bolasport.com yang melansirnya dari Bleacher Report.
Keinginan Neymar tidak akan terwujud tahun ini. Pasalnya, dia gagal membawa PSG meraih gelar juara Liga Champions dan masih dalam pemulihan cedera patah tulang metatarsal.
(Baca Juga: Terungkap! Neymar Idamkan Pelatih Ini Untuk Gantikan Unai Emery di PSG)
Meskipun begitu, Drogba yakin Neymar akan membawa PSG juara Liga Champions.
"PSG ada di langkah yang benar untuk memenangi Liga Champions," ujar Drogba menambahkan.
Musim ini pemain berkebangsaan Brasil tersebut tampil gemilang bersama PSG. Neymar sudah mencetak 29 gol dan juga 19 assist dari 30 penampilannya sejak dibeli dari Barcelona pada musim panas 2017. (Sri Mulyati)

0 komentar:
Posting Komentar