Bertemu Presiden, Egy Maulana Vikri Mendapatkan Pesan Ini...

Posted By APKMONEY.XYZ on Jumat, 23 Maret 2018 | Maret 23, 2018

Bertemu Presiden, Egy Maulana Vikri Mendapatkan Pesan Ini...


Bertemu Presiden, Egy Maulana Vikri Mendapatkan Pesan Ini...


KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO Presiden Joko Widodo, Jumat (23/3/2018) pagi, saat menerima pesepak bola Egy Maulana Vikri di Istana Merdeka, Jakarta.



MANCHESTER, KOMPAS.com - Rivalitas Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, ternyata menarik perhatian penjaga gawang Juventus, Gianluigi Buffon. Dia berani menyebut Messi lebih lengkap dibandingkan Ronaldo.

Buffon memiliki kemungkinan menghadapi Messi dalam laga persahabatan. Timnas Italia akan menghadapi timnas Argentina di Manchester, Jumat (23/3/2018) atau Sabtu dini hari WIB.

(Baca Juga: Gerard Pique Ungkap Kesaktian Lionel Messi yang Tak Terlihat di TV dan Youtube)

Jelang laga tersebut, Buffon mengaku waspada dengan Messi. Bahkan, kewaspadaannya ditunjukkan dengan menganggap Messi sebagai pemain yang lebih lengkap dibanding Ronaldo.

Meskipun demikian, Buffon mengakui bahwa kedua pemain tersebut memiliki peran dan tipe permainan yang berbeda.

"Messi lebih lengkap, karena dia mulai lebih dalam, memiliki kualitas teknis lebih dan visi permainan sebagai seorang trequartista daripada finisher," ucap Buffon dikutip BolaSport.com dari laman Four Four Two.

"Cristiano Ronaldo, mungkin karena dia sedikit lebih tua, telah menjadi pembunuh di area penalti. Ronaldo menjaga energinya lebih banyak, jadi dia tidak lagi sering lakukan nutmeg atau trik-trik tembakan," ucap sang kiper menambahkan.

Jika timnas Italia dan timnas Argentina berada di Inggris pada uji coba kali ini, Ronaldo dan timnas Portugal kini berada di Zurich, Swiss.

Portugal akan ditantang Mohamed Salah dkk yang tergabung di timnas Mesir dalam laga uji coba jelang Piala Dunia 2018. (Aditya Fahmi Nurwahid)

Kiprah Cristiano Ronaldo di dunia kulit bundar sudah tidak perlu diragukan lagi kehebatannya. . Kesuksesannya membuat dan memecahkan rekor mungkin akan disamai oleh pemain lain. . Bagaimana komentar kalian? #ronaldo #cristiano #realmadrid #halamadrid #elreal #cr7

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on Mar 22, 2018 at 3:30am PDT

 



JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo bertemu dengan pesepak bola muda Indonesia, Egy Maulana Vikri, pada Jumat (23/3/2018) pagi di Istana Merdeka. Pemain yang akan memperkuat Lechia Gdansk itu pun sempat berswafoto alias selfie dengan Presiden. 

Dengan didampingi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Egy tiba di Istana pada pukul 9.25 WIB. Kedatangannya disambut langsung oleh Presiden di Istana Merdeka.

Dalam pertemuan tersebut, Egy mengatakan bahwa dirinya mendapat dukungan penuh dari Presiden agar terus berprestasi dan membuat Indonesia bangga.

(Baca juga: Egy Maulana Vikri dan Ujian Kesabaran Lechia Gdansk)

"Saya merasa senang, bangga bisa diundang ke sini, dan diberikan dukungan oleh Presiden supaya bisa belajar lebih baik lagi dan tidak pernah besar kepala serta selalu bersyukur," kata Egy dalam rilis yang diterima Kompas.com.

Pemain Lechia Gdansk itu mengungkapkan bahwa dirinya juga diberi pesan oleh Presiden agar selalu siap ketika dipanggil untuk membela tim nasional Indonesia. Tak lupa, dia melakukan selfie dengan Presiden untuk diunggah ke Instagram. 

"Terima kasih Pak Presiden...," tulis Egy mengawali unggahannya di Instagram. 

Terima kasih pak Presiden ????????Sangat beruntung,semoga lebih baik dan memotivasi banyak orang untuk selalu berdoa berusaha agar bisa mendapat apa yg diinginkan????????????????????

A post shared by Egy Maulana Vikri (@egymaulanavikri) on Mar 22, 2018 at 9:17pm PDT

Dalam kesempatan yang sama, Menpora menambahkan bahwa Presiden berharap pembinaan pemain sepak bola yang masih muda harus ditingkatkan.

Hal ini dilakukan agar makin banyak pemuda-pemuda Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia di mancanegara.

Selain itu, Menpora juga menyampaikan pesan kepada seluruh rakyat Indonesia agar memberikan dukungan penuh terhadap Egy Maulana Vikri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pesepak bola Egy Maulana Vikri angkat bicara soal isu rasialis yang sempat menyerang dirinya di Polandia. Hal itu terjadi ketika lawan klubnya, Lechia Gdansk, membentangkan spanduk berisi ejekan soal kehadiran Egy di Polandia. 

Pada laga Lechia Gdansk kontra Lech Poznan, Jumat (16/3/2018), ada sebuah spanduk yang berisikan kata-kata tak senonoh dengan gambar Egy Maulana tengah tersenyum menggunakan ikat kepala klub barunya.

Dalam keterangan Twitter tersebut, suporter garis keras Lech Poznan menyindir Lechia Gdansk yang telah merekrut Egy Maulana, seorang pemain berusia 17 tahun karena mempunyai follower instagram sebanyak 650.000.

(Baca juga: Sindir Egy Maulana Vikri dengan Banner, Pendukung Lech Poznan Buat Klubnya Terima Konsekuensi Berat)

Akan tetapi, Egy Maulana tak mau berkomentar banyak soal hal tersebut. Dia menilai hal itu sebuah kewajaran dalam dunia sepak bola. 

"Wajarlah, ya namanya juga baru pertama," ujar Egy saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden seusai bertemu Presiden Joko Widodo, Jumat (23/3/2018).

Bel et fin hommage des ultras du Lech Poznan à l’ouverture vers l’Asie du Lechia grâce à la signature d’Egy Maulana (star du foot ???????? à 16ans et ses 650k insta followers).

La bache annonce en Indonésien dit “Lechia Gdansk s*le m*rde” - Bonne soirée pic.twitter.com/eLGTqrTPHD

Egy pun berkomitmen untuk bermain semaksimal mungkin di Lechia Gdansk.

"Pasti saya mau main bisa lebih bagus, lebih baik ke depannya dan bisa buat Indonesia bangga," kata dia.

(Baca juga: Bertemu Jokowi, Egy Maulana Vikri Mendapatkan Pesan Ini...)

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang mendampingi Egy menimpali, "Enggaklah, ini soal bahasa saja ya, Gi?"

Pemain yang masih berusia 17 tahun tersebut menganggukkan kepala.

Imam menambahkan, isu-isu semacam itu wajar menerpa orang baru di sebuah klub. Apalagi, di klub tersebut, Egy diyakini akan bersinar.

"Wajarlah karena nomornya 10 kan, orangnya kecil lagi. Untung wajahnya sedikit Eropa," ucap Menpora berseloroh.







JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo pada Jumat (23/3/2018) pagi menerima pesepak bola Egy Maulana Vikri di Istana Merdeka. Pesepak bola yang akan memperkuat Lechia Gdansk itu mendapatkan pesan khusus dari Presiden Jokowi. 

Presiden Jokowi bertemu Egy Maulana Vikri di Istana, didampingi  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Kepada wartawan seusai pertemuan itu, Egy mengaku senang bisa berbicara langsung dengan Presiden Jokowi. 

"Saya merasa senang, bangga juga diundang ke Istana," ujar Egy Maulana.

(Baca juga: Agama atau Sepak Bola, Ini Jawaban Bijak Egy Maulana Vikri)

Presiden, kata Egy, memberikan support kepada dirinya. Diketahui, saat ini Egy sudah memilih akan bergabung bersama klub kasta teratas Liga Polandia, Lechia Gdansk.

Bergabung ke Lechia menjadikan Egy Maulana sebagai pesepak bola asal Indonesia pertama yang bermain di kancah Eropa.  

TWITTER.com/LECHIAGDANSKSA Egy Maulana Vikri memperkenalkan nomor kostum 10 Lechia Gdansk saat diperkenalkan sebagai pemain baru di klub tersebut, Minggu (11/3/2018).

Presiden mendorong Egy agar tak lekas puas terhadap hasil yang sudah dicapai saat ini. Presiden ingin Egy terus mengembangkan permainannya agar bisa selevel dengan pemain sepak bola kelas dunia.

"(Saya) Dikasih support oleh Pak Presiden agar terus belajar lebih baik lagi, agar tetap tidak pernah besar kepala, dan harus selalu bersyukur," ujar Egy.

(Baca Juga: Indonesia Disebut Negara Pemalsu oleh Jurnalis Polandia Setelah Egy Maulana Vikri Gabung Lechia Gdansk)

Egy Maulana Vikri sudah diperkenalkan sebagai pemain baru Lechia Gdansk beberapa waktu lalu. Namun, dia baru bisa mendapatkan kontrak profesional saat usianya 18 tahun, Juli mendatang. 

Sumber : bola.kompas.com
Blog, Updated at: Maret 23, 2018

0 komentar:

Posting Komentar