Pelatih Madura United Bicara soal Kekalahan dari Persebaya

KOMPAS.com - Manchester City mendapatkan kabar bahagia menjelang laga melawan Arsenal pada final Piala Liga Inggris, Minggu (25/2/2018), di Stadion Wembley, London.
Dua pemain Manchester City, Gabriel Jesus dan Leroy Sane, dipastikan sudah pulih dari cedera.
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, telah memberikan konfirmasi mengenai hal ini.
"Saya rasa Gabriel Jesus dan Sane sudah siap untuk bermain jika saya mengizinkannya," kata Guardiola seperti dilansir BolaSport.com dari Sky Sports.
"Kondisi Leroy Sane sudah lebih membaik dan Gabriel Jesus sudah kuat dalam hal mental," ujar Guardiola.
Baca juga : Arsenal Vs Man City, Tekad Bellerin Persembahkan Trofi bagi Wenger
Sane menderita cedera ligamen otot sejak 31 Januari 2018.
Sementara itu, Gabriel Jesus harus menepi dari lapangan hijau karena cedera lutut sejak 2 Januari 2018.
Kehadiran Leroy Sane dan Gabriel Jesus jelas menambah opsi daya gedor Manchester City di final Piala Liga Inggris kali ini, yang akan ditayangkan langsung di layar kaca RCTI mulai pukul 23.30 WIB.
Pasukan Guardiola berpeluang meraih gelar pertama mereka pada musim ini pada ajang tersebut.
Mereka jelas perlu menurunkan skuad terbaik agar mampu meraih gelar juara Piala Liga Inggris. (Sri Mulyati)
KOMPAS.com - Kiper Real Madrid, Keylor Navas, tak heran dengan sikap baik hati yang ditunjukkan Cristiano Ronaldo kepada Karim Benzema saat melawan Deportivo Alaves pada pekan ke-25 Liga Spanyol 2017-2018.
Ronaldo menyumbang dua gol dalam kemenangan 4-0 Madrid atas Alaves di Santiago Bernabeu, Sabtu (24/2/2018).
Sebenarnya, megabintang berusia 33 tahun itu punya kesempatan besar untuk mengukir hat-trick setelah Madrid mendapat penalti pada menit ke-89.
Baca juga: Gaji Mewah Bintang WWE, Setiap Bulan Bisa Beli Mobil Alphard
Alih-alih maju sebagai algojo, ia justru menyerahkan tugas tersebut kepada Karim Benzema.
"Kami tidak heran dengan sikap dia," kata Keylor Navas terkait kejadian di lapangan, dikutip BolaSport.com dari Marca.
"Kami semua tahu orang seperti apa Ronaldo. Ketika Anda membutuhkan cinta, dia menunjukkan kepedulian terhadap grup ini," ucap penjaga gawang asal Kosta Rika itu.
AFP/Javier Soriano Keylor Navas menjadi tembok Real Madrid pada laga El Clasico melawan Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, 23 Desember 2017.
Baca juga: Semakin Panas, Jose Mourinho Bentak Paul Pogba dengan Kalimat Ini
Benzema memang sedang berada dalam sorotan tajam karena mengalami seret gol.
Dari total 29 penampilan pada musim ini, striker asal Perancis itu baru delapan kali menjebol gawang lawan. (Ade Jayadireja)
KOMPAS.com - Willian Pacheco sudah memutuskan untuk hengkang dari Persija Jakarta pada musim 2018.
Bek asal Brasil itu memilih melanjutkan kariernya dengan membela klub asal Malaysia, Selangor FA.
Perpindahan Pacheco ke Selangor FA rupanya sangat disesali oleh bek berusia 26 tahun tersebut.
Bahkan, Pacheco disebut meminta kembali berseragam Macan Kemayoran.
Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama Persija, Gede Widiade, belum lama ini.
Gede mengatakan hal itu saat Persija mengikuti sebuah turnamen di Malaysia pada awal Januari 2018.
Baca juga : Berpisah dengan Persija, Pacheco Ikut Langkah Evan Dimas
"Pacheco itu menangis di depan saya dan ia ingin balik ke Persija. Saya tidak tahu mungkin dia menyesal meninggalkan Persija," kata Gede.
Saat di Malaysia, Gede mengatakan, Pacheco setiap hari berkunjung ke hotel menginap para pemain Persija.
Namun, Gede tidak mau menemuinya karena ia menilai Pacheco merupakan pemain yang tidak profesional terkait perpindahannya ke Selangor FA.
KOMPAS.com/Farida Farhan Dirut Persija meminta Jakmania tidak perlu marah lantaran ia tidak meninggalkan Persija.
"Saya menolak dia datang ke hotel pada hari pertama, kedua, dan baru pas hari ketiga dia menunggu saya di luar dan meminta maaf," kata Gede.
"Saat itu, Pacheco bilang ingin balik ke Persija. Saya jawab tidak bisa karena dia tidak punya etika," ucap pengusaha asal Surabaya tersebut.
Gede memang cukup kesal dengan sikap dari Pacheco yang memutuskan hengkang ke Selangor FA tanpa berpamitan kepada Persija.
Apa yang dialami Pacheco sangat berbeda dengan para pemain lainnya, seperti Bruno Lopes dan Ryuji Utomo.
Baca juga : Ryuji Pastikan Akan Kembali ke Persija
"Saya bilang ke Pacheco, kamu kenapa minggat dari Persija? Ketemu sama saya saja tidak, sedangkan pemain lain semua datang untuk ketemu saya dan pamitan, seperti Ryuji dan Bruno Lopes," kata Gede.
Kehilangan Pacheco untuk musim 2018 sepertinya tidak menjadi sebuah masalah bagi Persija.
Sebab, tim asuhan Stefano Cugurra itu sudah mendatangkan Jaimerson da Silva Xavier sebagai pengganti Pacheco. (M Hary Prasetya)
KOMPAS.com - Pelatih Madura United, Gomes de Oliveira, mengakui bahwa timnya tidak tampil baik pada laga melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (24/2/2018).
Akan tetapi, Gomes melihat Bayu Gatra dan kawan-kawan sudah berusaha dengan maksimal.
Bertanding melawan Persebaya di laga perdana Piala Gubernur Kaltim 2018, Madura United hanya mampu bermain imbang 1-1 pada waktu normal.
Padahal, Laskar Sape Kerrap unggul jumlah pemain, setelah Sidik Saimimia dikartu merah.
Baca juga: 5 Pilar Bali United Pulang dari TC Timnas U-19 dan U-23 Indonesia, Langsung Ikut Tur ke Filipina
"Madura United tidak tampil dengan performa terbaik, tetapi pemain tetap berjuang untuk menang," kata Gomes seusai pertandingan.
Bermain imbang pada waktu normal, kedua tim harus menentukan pemenangan pada babak adu penalti.
Pada babak ini, Madura United kemudian kalah. Gomes pun menilai kekalahan ini baik sebagai sebuah pelajaran jelang kompetisi.
Hasil ini menambah catatan buruk Madura United di laga adu penalti. Sebelumnya, di Piala Presiden 2018 yang lalu, Madura United juga kalah di laga adu penalti melawan Bali United. Madura United pun tersingkir dari fase perempat final.
"Sekali lagi kami kalah penalti, kami masih persiapan, kami harus lebih baik. Kami harus memperbaiki ke depannya. Turnamen ini sangat baik bagi kami untuk belajar," ucapnya.
Baca juga : Piala Gubernur Kaltim, Persebaya Menang Adu Penalti atas Madura United
Dari lima eksekusi penalti, Fabiano Beltrame jadi satu-satunya eksekutor Madura United yang gagal.
Padahal, Fabiano biasanya jadi andalan Madura United dalam tendangan penalti. Sementara itu, kelima eksekutor penalti Persebaya menjalankan tugas dengan baik.
"Semua menendang penalti dengan baik, Fabiano kelihatannya (terpengaruh) lapangan licin jadi terjatuh dan (tendangannya) tidak masuk ke gawang," ujar Gomes. (Suci Rahayu)

0 komentar:
Posting Komentar